Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BALAI Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) akan membangun tanggul penahan sementara untuk mengantisipasi luapan air di 44 titik tanggul jebol di Jabodetabek.
Saat ini seluruh titik itu dalam kondisi tanggap darurat karena jebol. Untuk membangun tanggul sementara itu, BBWSCC cukup kewalahan karena banyaknya titik yang jebol.
Kepala BBWSCC Bambang Hidayah pun menyebut akan meminta bantuan tambahan material dari balai besar wilayah sungai lain seperti Cimanuk.
"Kita nilai kondisinya tanggap darurat. Kita bangun sementara dengan sandbag, beronjong, tergantung posisinya, sementara lah bukan permanen," kata Bambang saat dikonfirmasi Kamis (9/1).
Paling banyak titik jebolnya tanggul terdapat di Kemang Pratama, Kali Bekasi yakni 29 titik. Selain itu ada pula di Depok dan Kalibata.
"Kita prioritaskan yang krusial dulu," ungkapnya.
Sementara itu, Bambang menegaskan untuk perbaikan permanen akan dilakukan secara bertahap.
Selain itu, ia juga akan melakukan perbaikan pada pintu-pintu air yang rusak dan mengecek kondisi pompa-pompa.
Bambang memastikan pompa yang dikelola oleh BBWSCC tidak rusak meskipun tidak berfungsi saat banjir melanda Jabodetabek pada 1 Januari lalu.
"Pompa nggak ada yang rusak. Hanya sudah terendam, air terlalu tinggi. Jadi outletnya itu sudah terendam karena saking tingginya air jadi ya sudah tidak bisa berfungsi," ungkapnya.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut penyebab banjir menggenangi 178 titik di Jabodetabek pekan lalu di antaranya adalah karena jebolnya tanggul di 44 titik serta matinya 11 pintu air. Selain itu ada tiga titik drainase tersumbat dan 13 titik drainase yang tidak sanggup lagi menampung luapan air menjadi penyebab banjir.(OL-11)
BENCANA banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat (Sumbar) menelan korban jiwa. Dua orang warga dilaporkan hanyut terseret arus deras.
Sekretaris BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman melakukan peninjauan ke wilayah terdampak banjir bandang di Kampung Landuh, Kabupaten Aceh Tamiang
Kendaraan roda dua dan roda empat terjebak kemacetan akibat banjir yang disebabkan meluapnya drainase di Jalan Brigjen M. Yoenoes, Kendari.
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved