Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Bekasi mengaku sudah lama meminta normalisasi Kali Bekasi. Bahkan hal tersebut langsung disampaikan pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera).
“Pak wali kota sudah berkoordinasi juga dengan Kementerian PU soal normalisasi ini,” ungkap Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi Arief Maulana, Kamis (2/1).
Arief mengatakan, kondisi Kali Bekasi memang semakin memprihatinkan. Kali yang membentang dari Kabupaten Bogor ke wilayah paling utara Bekasi itu setidaknya butuh pelebaran sekitar 80 meter di sisi kanan dan kiri.
“Butuh pelebaran untuk Kali Bekasi. Agar semua debit air dari hulu bisa tertampung, katena memang sudah sempit,” kata dia.
Arief mengaku, saat ini memang pihaknya belum melakukan pengukuran lebar di Kali Bekasi. Namun, dia mengaku, sudah terjadi penyempitan di titik pertemuan antara sungai Cikeas dan Cileungsi.
“Kalau di hulu sudah banjir Kali Bekasi sekarang tidak lagi bisa menampung akibatnya pasti melimpas ke permukiman warga,” katanya.
Sementara itu, diberitakan sebelumnya, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPera) meminta Pemerintah Kota Bekasi membebaskan lahan di sepanjang bantaran Kali Bekasi. Hal ini adalah syarat agar Kali Bekasi bisa dinormalisasi. (OL-11)
BENCANA banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat (Sumbar) menelan korban jiwa. Dua orang warga dilaporkan hanyut terseret arus deras.
Sekretaris BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman melakukan peninjauan ke wilayah terdampak banjir bandang di Kampung Landuh, Kabupaten Aceh Tamiang
Kendaraan roda dua dan roda empat terjebak kemacetan akibat banjir yang disebabkan meluapnya drainase di Jalan Brigjen M. Yoenoes, Kendari.
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Namun, curah hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir menyebabkan debit air sungai melonjak drastis, sehingga aliran air dari perumahan tidak tertampung.
Kementerian PU menurunkan tujuh alat berat untuk normalisasi sungai guna mencegah banjir susulan.
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memfokuskan upaya pengendalian banjir melalui pembangunan tanggul dan sabo dam.
Upaya normalisasi sungai dinilai belum berjalan maksimal sehingga ancaman luapan air masih terus menghantui permukiman warga di Tapanuli Tengah, terutama saat curah hujan tinggi.
PEMERINTAH Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSA) terus memacu proyek normalisasi sungai di berbagai titik strategis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved