Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DITRESNARKOBA Polda Metro Jaya menggagalkan penyelundupan 10 kilogram sabu-sabu jaringan Malaysia-Jakarta, yang dibungkus dalam kemasan teh asal China. Narkoba itu diselundupkan melalui jalur laut dengan kapal cepat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat pada Juni 2019.
"Akhirnya tim mengidentifikasi ada barang (sabu) masuk, dari dua pelaku (BDT dan HND) yang masuk melalui jalur laut dari Malaysia melalui Tanjung Pinang lalu menuju Tanjung Priok, Jakarta Utara, menggunakan kapal, kapal penumpang, " kata Argo dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/8).
Baca juga: PKL Kawasan Kota Tua Siap Direlokasi
Ia menjelaskan, kemudian polisi membuntuti tersangka BDT dan HND di Pelabuhan Tanjung Priok sebelum mengamankan keduanya. Saat itu, kedua tersangka membawa tas ransel yang berisi masing-masing 5 kilogram sabu
"Selanjutnya, mereka turun dan dijemput tersangka ND dan BCK, dijemput menggunakan mobil avanza, menuju daerah Jakarta Selatan, " jelasnya.
Setelah membuntuti keempat pelaku, sambung Argo, polisi bergerak cepat melakukan penangkapan di Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, pada 10 Juli. Hasil penangkapan tersebut itu berkembang kepada tiga tersangka lain, yakni BBR, PN, dan JG.
Adapun para tersangka menuju Jakarta Selatan, untuk kemudian dibagikan kepada tersangka lainnya BBR, PN, JG, yang datang secara satu persatu di Jalan Jalan Niaga Hijau, Pondok Indah.
"Mulanya (Rencana tersangka) BBR datang dan mengambil 2 kilogram ( sabu), kemudian dia pergi. Lalu, datang lagi tersangka PN mengambil 3 kilogram (sabu). Terakhir, tersangka JG mengambil 2 kilogram (sabu). Sisanya (3 kilogram sabu) dibawa tersangka ND," tuturnya.
Argo mengatakan, tersangka ND adalah otak dari sindikat peredaran sabu-sabu tersebut. ND merupakan residivis kasus yang sama dan telah dijatuhi hukuman penjara selama 4 tahun. Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki daerah peredaran sabu-sabu tersebut.
Para tersangka dikenai Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman penjara maksimal seumur hidup. (OL-8)
Penangkapan bermula dari laporan masyarakat mengenai gerak-gerik mencurigakan seorang perempuan di depan sebuah rumah makan di Jalan Raya Cikalong, Desa Singkir.
Kolaborasi antara Polres Lampung Utara, Lapas Kelas IIA Kotabumi, dan Rutan Kelas IIB Kotabumi kembali membuahkan hasil dalam pemberantasan narkoba.
Jaksa mendasarkan tuntutan mati karena Fandi dianggap bersalah tidak menolak atau memeriksa muatan kapal yang ternyata berisi sabu.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyatakan pelaku penganiayaan karyawan SPBU di Cipinang, Jakarta Timur, positif sabu dan ganja usai tes urine.
Penangkapan ABK asal Medan, Sumatra Utara, Fandi Ramadhan, tidak otomatis menuntaskan perkara.
Petugas menemukan satu pucuk pistol berwarna perak yang setelah diperiksa merupakan jenis airsoft gun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved