Inilah Kisah Pendiri Prodia Terhindar Amputasi Berkat Sel Punca

Iis Zatnika
18/4/2026 09:52
Inilah Kisah Pendiri Prodia Terhindar Amputasi Berkat Sel Punca
StemCell Clinic Prodia hari ini, Sabtu (18//4) dibuka di Prodia Senior Health Centre, Jakarta Selatan.(Dok Prodia)

Inilah kisah pendiri PT Prodia StemCell Indonesia (ProSTEM) yang juga kelompok Prodia, yang bergerak dalam layanan laboratorium dan kesehatan, Andi Wijaya, 89, tentang pengalaman pribadinya menggunakan stem cell atau sel punca. Ia menyebutnya sebagai wujud nyata life saving regenerative medicine. 

Andi Wijaya mengaku ia telah menderita diabetes selama hampir 50 tahun sejak usia 40 tahun. Akibat diabetes, ia mengalami komplikasi luka pada kaki (diabetic foot ulcer) yang parah atau gangren. Ia memutuskan untuk mencoba terapi sekretom (sejenis terapi turunan stem cell) untuk menyembuhkan luka tersebut.

Setelah mencoba berbagai metode, termasuk mengombinasikan sekretom dengan hidrogel dan perban steril yang diganti rutin, lukanya mulai mengecil dan gangren menghilang dalam waktu lebih dari 40 hari. Pengalaman ini berhasil menyelamatkan kakinya dari amputasi dan meyakinkan dirinya akan potensi besar pengobatan sel punca di Indonesia. 

Pengalaman pribadi ini memperkuat misinya dalam mendirikan Prodia StemCell (ProSTEM) untuk fokus pada terapi regeneratif yang dapat menyembuhkan penyakit menahun dengan memperbaiki sel-sel yang rusak. ProSTEM juga membangun laboratorium Advance Cell Therapy Production Laboratory (ACTPL) untuk meningkatkan kemandirian Indonesia dalam terapi sel punca. StemCell Clinic Prodia hari ini dibuka di Prodia Senior Health Centre, Jakarta Selatan. 

Sel punca dapat berasal dari tubuh pasien maupun individu lainnya. Umumnya diambil dari tiga bagian utama tubuh untuk keperluan transplantasi, yaitu sumsum tulang panggul menggunakan jarum khusus. Prosedur ini biasanya dilakukan di bawah bius total atau lokal di lingkungan medis yang terkendali.

Sumber lainnya, darah tepi yang diambil dari darah yang mengalir di pembuluh darah vena melalui proses yang disebut aferesis. Mesin memisahkan sel punca dari komponen darah lainnya. Ada pula darah tali pusat yang diambil dari tali pusat bayi yang baru lahir segera setelah persalinan. Ini merupakan metode yang aman bagi ibu maupun bayi. 

Sel punca yang diambil dari bagian-bagian tersebut—terutama sumsum tulang dan darah tepi—akan digunakan untuk membantu tubuh pasien meregenerasi sel darah yang sehat, sering kali untuk menangani penyakit seperti leukemia, limfoma, dan anemia aplastik. 

Dalam situsnya, ProSTEM menyebut potensi sel punca untuk penanganan penyakit ginjal, jerawat, estetika kulit, cedera tulang, hingga kusta.  (X-6)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Iis Zatnika
Berita Lainnya