Prodia Kembali Bagi-Bagi Dividen Rp144 miliar, Optimistis Kembangkan Layanan Kesehatan Presisi dan Longevity

Iis Zatnika
27/4/2026 10:47
Prodia Kembali Bagi-Bagi Dividen Rp144 miliar, Optimistis Kembangkan Layanan Kesehatan Presisi dan Longevity
PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta. Rabu (23/4).(Dok Prodia)

PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA), pionir jasa laboratorium diagnostik di Indonesia, telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta. Rabu (23/4). Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai dengan rasio lebih tinggi dari periode sebelumnya, sebesar 70% dari laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, senilai lebih dari Rp144 miliar atau setara dengan Rp162,68 per lembar sahamnya, sebagai bentuk apresiasi kepada para pemegang saham. 

PRDA dikenal sebagai emiten yang rutin membagikan dividen tunai kepada pemegang sahamnya setiap tahun, setidaknya sejak tahun buku 2020 hingga yang terbaru 2025. 

Selain itu, rapat ini juga menetapkan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris guna mendukung akselerasi pertumbuhan kinerja bisnis Perseroan ke depan. Adapun susunan Dewan Komisaris dan Direksi yang telah disetujui dalam RUPST Prodia Tahun Buku 2025 sebagai berikut:Komisaris Utama Andi Widjaja, Komisaris yang terdiri atas Gunawan Prawiro Soeharto, Endang Wahjuningtyas Hoyaranda,  serta Dewi Muliaty. Sedangkan Komisaris Independen terdiri dari  serta Keri Lestari serta 
Lukas Setia Atmaja.

Sementara jajaran Direksi terdiri atas Direktur Utama Liana Kuswandi, Direktur Keuangan & Keberlanjutan Marina Eka Amalia, Direktur Komersial & Kemitraan Indriyanti Rafi Sukmawati, Direktur Solusi Terintegrasi & Diagnostik Andri Hidayat, serta Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia & Organisasi Ida Zuraida. 

Liana Kuswandi menyatakan kinerja Prodia sepanjang 2025 mencerminkan ketahanan dan adaptasi di tengah dinamika ekonomi global dan nasional. “Prodia menunjukkan daya tahan dan kemampuan adaptasi di tengah dinamika ekonomi dengan meluncurkan 38 tes baru dan menghadirkan Next Generation Laboratory melalui Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC) by Spectrometry, memperluas jaringan menjadi 402 outlet di 34 provinsi, serta memperkuat kemitraan hingga ke Taiwan, Malaysia, dan Timor Leste," ujar Liana. 

Selain itu, Liana juga menekankan transformasi digital yang tercermin dari kenaikan lebih dari 70% (YoY) pengunduh aplikasi U by Prodia. 

"Kami juga mengambil langkah strategis dengan mulai melakukan terapi regeneratif melalui pembelian 30% saham PT Prodia Stemcell Indonesia (ProSTEM) untuk memperkuat fondasi pertumbuhan ke depan. Memasuki 2026, Prodia akan terus memperluas pengembangan precision medicine melalui specialty clinics seperti Stem Cell Clinic, dan Autoimmune & Longevity Clinic, sekaligus meningkatkan volume tes esoterik serta layanan diagnostik klinis kompleks seperti pemeriksaan genomik dan multiomics,” ujar Liana.

Sementara Marina menyatakan, Prodia terus berfokus mengembangkan tes-tes advanced berbasis precision medicine sebagai diferensiasi penting yang memperkuat daya saing Perseroan sekaligus mendorong pertumbuhan pendapatan.(X-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Iis Zatnika
Berita Lainnya