Popsiklus, Kaind, dan Melookmel, Tiga Jenama Lokal Pengusung Fesyen Berkelanjutan Eksis di Creativillage

Iis Zatnika
27/10/2026 14:56
Popsiklus, Kaind, dan Melookmel, Tiga Jenama Lokal Pengusung Fesyen Berkelanjutan Eksis di Creativillage
Pada Minggu (25/10), Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Lestari Moerdijat meninjau Creativillage didampingi Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar. (X-6)(Dok Kemenekraf)

Popsiklus, Kaind, dan Melookmel merupakan tiga jenama lokal yang mengusung prinsip keberlanjutan melalui berbagai pendekatan bahan baku. Pendekatan tersebut mencakup pemanfaatan limbah menjadi produk fungsional, penggunaan serat alami, hingga pelestarian tenun tradisional.

Ketiga jenama tersebut berpartisipasi dalam Creativillage, salah satu rangkaian The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026, yang berlangsung di tiga titik strategis kawasan SCBD, Jakarta, pada 21–25 Oktober 2026. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar menegaskan, ajang itu menjadi ruang promosi sekaligus temu bisnis untuk mempertemukan pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan pembeli, investor, dan delegasi internasional.

Popsiklus, jenama fesyen dan kriya upcycling asal Cimahi, Jawa Barat, mengembangkan produk dengan memanfaatkan kembali limbah dan barang pascakonsumsi. Didirikan oleh Kurniati Sugihrehardja pada 2009, Popsiklus mengolah berbagai material yang umumnya tidak lagi digunakan menjadi produk fungsional dengan nilai seni dan ekonomi.

Bahan bakunya mencakup kotak susu bekas, karung tepung, kain sisa industri, tutup botol, hingga pelat nomor kendaraan bekas. Sebelum diolah, material tersebut melalui proses penyortiran manual dan pencucian. Tahapan berikutnya dikerjakan oleh tim perajin lokal yang mengolah material menjadi produk dengan tekstur dan desain khas.

Salah satu produk unggulannya adalah Origami Picnic Bag, tas multifungsi yang dapat dibuka menjadi alas duduk atau alas piknik. Popsiklus juga mengembangkan Modular Bag dengan desain yang memudahkan perbaikan bagian tertentu, serta Plano Bag yang memanfaatkan material daur ulang, termasuk pelat nomor kendaraan.

Pendekatan tersebut memperlihatkan upaya memperpanjang masa guna material sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan baku baru. Popsiklus juga tercatat meraih Good Design Award 2025 di Jepang dan UNESCO Indonesia Handicraft Awards 2022.

Sementara itu, Kaind mengusung fesyen berkelanjutan melalui penggunaan serat alami dan penerapan prinsip slow fashion. Jenama asal Pasuruan, Jawa Timur, ini mengembangkan pakaian dan aksesori dengan menggabungkan warisan tekstil Indonesia, teknik tradisional, serta desain modern.

Kaind menggunakan material alami seperti serat rami, serat daun nanas, dan sutra. Dalam koleksinya, jenama ini juga memanfaatkan katun. Material tersebut diolah melalui teknik tradisional, seperti tenun tangan, pewarnaan alami, dan batik.

Selain aspek lingkungan, Kaind menempatkan pemberdayaan perajin sebagai bagian dari pendekatan bisnisnya. Jenama tersebut bekerja sama secara langsung dengan perajin lokal, terutama perempuan di komunitas perdesaan, melalui kemitraan yang mengedepankan upah layak dan pertukaran pengetahuan.

Koleksi yang dikembangkan bersama Anindhaloka, misalnya, menghadirkan pakaian siap pakai dan syal berbahan serat alami. Melalui desain minimalis yang tidak lekang oleh tren, Kaind berupaya menghasilkan produk yang dapat digunakan dalam jangka panjang sekaligus mempertahankan nilai budaya dan keterampilan tradisional.

Adapun Melookmel mengembangkan fesyen dengan mengangkat kekayaan tekstil tradisional Indonesia, khususnya kain Baduy. Jenama yang berbasis di Jakarta ini memadukan inspirasi motif tradisional dengan pendekatan desain kontemporer serta proses produksi yang berorientasi pada keberlanjutan.

Inspirasi desainnya berasal dari kesederhanaan garis dan pola geometris dalam tekstil Baduy. Sejumlah motif yang menjadi rujukan antara lain Aros, berupa garis-garis sejajar; Suat Songket, dengan kombinasi kotak dan garis; Adu Mancung, berupa deretan segitiga; serta Tajur Pinang, yang menyerupai rangkaian garis putus-putus.

Melookmel memberikan perhatian pada proses pembuatan tekstil tradisional, mulai dari pewarnaan alami hingga penenunan. Jenama ini juga bekerja sama dengan perajin lokal untuk mengembangkan produk modern tanpa menghilangkan karakter autentik tekstil yang menjadi sumber inspirasinya.

Sang pendiri, Melanie Wibowo, yang berlatar belakang pendidikan arsitektur dan berprofesi sebagai desainer, menyatakan bahwa ia berupaya menjaga keberlanjutan warisan seni Indonesia melalui pengembangan produk yang mengapresiasi keunikan karya buatan tangan. Perbedaan kecil pada setiap produk dipandang sebagai karakter yang mencerminkan proses pengerjaan dan perhatian perajin, bukan sebagai kekurangan.

"Indonesia memiliki potensi besar untuk memperluas jangkauan produk kreatif, tidak hanya ke pasar domestik, tetapi juga ke pasar internasional. Produk lokal telah memiliki kualitas yang baik dan perlu didukung kesempatan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Kementerian Ekonomi Kreatif juga memfasilitasi pertemuan bisnis untuk mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan calon pembeli dan mitra strategis," kata Irene Umar.

Creativillage WCCE 2026 berlangsung di Ashta District 8, MGP Space, dan SCBD Park atau WCCE Weekland. Kegiatan ini menampilkan berbagai produk ekonomi kreatif, mulai dari fesyen berkelanjutan, kriya, desain interior, furnitur, kuliner, arsitektur, desain komunikasi visual, hingga modifikasi otomotif.

Pada Minggu (25/10), Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Lestari Moerdijat meninjau Creativillage didampingi Irene Umar. (X-6)

 

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Iis Zatnika
Berita Lainnya