Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDUSTRI mode dunia kembali menyoroti Rusia seiring digelarnya Moscow Fashion Week pada pertengahan Maret 2026. Perhelatan ini bukan sekadar ajang pamer busana, melainkan penegasan posisi Moskow sebagai platform global terdepan yang menjembatani kreativitas desainer muda, pelestarian tradisi artisan, dan komitmen terhadap praktik berkelanjutan (sustainability).
Tahun ini, runway Moscow Fashion Week dimeriahkan oleh lebih dari 300 jenama (brand) yang berasal dari Rusia maupun mancanegara. Kehadiran label dari Turki, Tiongkok, Spanyol, hingga Armenia menunjukkan daya tarik internasional ajang ini yang semakin kuat. Dengan total lebih dari 80 peragaan busana, panggung kali ini didominasi oleh talenta-talenta Rusia yang tengah naik daun dengan membawa misi sosial dan lingkungan.
Beberapa desainer lokal mencuri perhatian melalui pendekatan yang unik. Masterpeace, misalnya, membawa misi pemberdayaan artisan dari desa-desa kecil di Rusia. Koleksi mereka tampil teatrikal namun fungsional, menantang norma mode dengan menghadirkan rok bervolume dan korset sebagai busana yang bisa dikenakan di luar acara formal.
Di sisi lain, isu lingkungan menjadi napas utama bagi Atelier Argear dan Zlata Peczkowska. Atelier Argear memanfaatkan sisa kain produksi untuk merefleksikan kerapuhan dunia modern, sementara Zlata Peczkowska menggabungkan material daur ulang dengan teknik recycling dan bordir historis yang kental dengan nuansa folklor.
Filosofi slow fashion juga dipertegas oleh brand Unke. Melalui palet warna pastel seperti dusty pink dan pistachio, Unke menawarkan koleksi jangka panjang dengan detail drapery yang elegan. Sementara itu, brand Esve merayakan satu dekade perjalanannya dengan menampilkan manifesto feminitas melalui material ringan dan detail handcrafted yang presisi.
| Desainer/Brand | Asal | Karakteristik Utama |
|---|---|---|
| Masterpeace | Rusia | Kolaborasi artisan desa, gaya teatrikal-fungsional. |
| Atelier Argear | Rusia | Pemanfaatan sisa kain, refleksi dunia modern. |
| Unke | Rusia | Slow fashion, palet warna pastel, aksen dekoratif. |
| Xuaujin | Tiongkok | Warisan budaya Buyi, teknik bordir Miao, indigo. |
| Emre Erdemoğlu | Turki | Tailoring arsitektural, gaya Japandi, aksen metalik. |
Kehadiran desainer internasional memberikan warna kontras yang memperkaya panggung Moskow. Brand asal Tiongkok, Xuaujin, memukau penonton dengan membawa warisan budaya masyarakat Buyi. Mereka memadukan teknik pewarnaan indigo tradisional dengan material modern seperti denim dan sutra dalam siluet berlapis yang asimetris.
Dari Turki, desainer Emre Erdemoğlu menghadirkan koleksi yang memadukan tailoring arsitektural dengan sentuhan minimalis bergaya Japandi. Erdemoğlu menekankan bahwa partisipasi dalam ajang ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat identitas fashion negaranya di mata dunia.
“Menampilkan elemen-elemen ini di platform internasional yang prestisius tidak hanya memperkuat identitas fashion negara, tetapi juga mendorong apresiasi global terhadap budaya dan kreativitasnya,” ujar Erdemoğlu.
Dengan perpaduan antara inovasi ramah lingkungan dan penghormatan terhadap akar budaya, Moscow Fashion Week 2026 sukses membuktikan bahwa tren masa depan bukan hanya soal estetika, melainkan juga tentang tanggung jawab sosial dan keberlanjutan identitas bangsa.(Z-1)
Tahun ini, Moscow Fashion Week bukan sekadar pameran gaya, melainkan manifestasi dari pergeseran industri mode yang kini lebih menonjolkan identitas budaya.
Fenomena menyewa tas bermerek kini menjadi tren yang semakin digandrungi, terutama untuk merek-merek ikonik seperti Dior dan Chanel.
Sampah dari industri fesyen adalah salah satu bentuk limbah yang signifikan dan semakin menjadi masalah lingkungan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved