Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BERAPA banyak waktu yang Anda habiskan untuk mencari charger, skincare, atau aksesori kecil yang seolah “hilang” padahal pasti ada di rumah? Masalah rumah yang terasa berantakan seringkali bukan disebabkan oleh ruang yang kurang atau jumlah barang yang terlalu banyak, melainkan karena tidak adanya sistem penyimpanan yang benar-benar cocok dan tepat untuk barang-barang kecil tersebut.
Pendekatan untuk mengatasi kekacauan ini harus dimulai dari hal yang sederhana: memastikan setiap barang, terutama yang paling sering dipakai, memiliki ‘rumah’ yang jelas dan mudah dijangkau.
Menurut Muhammad Yusuf Attorik, Interior Design Leader IKEA Indonesia, masalah utama dari permaslaahan ini bukan pada seberapa rajin Anda merapikan, tetapi pada sistem yang diterapkan. Sistem yang baik adalah yang dapat mengikuti kebiasaan penghuninya, bukan sebaliknya.
“Banyak orang merasa rumahnya selalu berantakan, padahal sudah sering dirapikan. Biasanya bukan karena ruangnya kurang atau barangnya terlalu banyak, tapi karena sistem penyimpanannya belum benar-benar cocok untuk mereka, kata Yusuf dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (24/4).
Solusi penyimpanan harus dimulai dengan mengamati kebiasaan nyata, barang apa yang sering dipakai dan di mana biasanya diletakkan. Cobalah untuk melakukan pembagian zona penyimpanan berdasarkan aktivitas agar alur kegiatan lebih efisien. Lewat sistem yang baik dengan mengedepankan dua hal itu anda tidak akan lagi kesulitan mencari barang.
Barang esensial sehari-hari—seperti skincare atau charger—paling sering mengganggu keteraturan di area sensitif seperti kamar tidur dan kamar mandi. Untuk mengatasi ini, sediakan tempat yang jelas untuk barang yang paling sering digunakan dan letakkan di touchpoints (titik sentuh), seperti meja rias atau area dekat pintu masuk.
Produk-produk kecil seperti box, tray, trolley, atau organiser memiliki peran besar dalam menjaga rumah tetap teratur. Solusi praktis ini bertujuan mengurangi kebiasaan menaruh sementara yang akhirnya menjadi permanen.
Anda bisa memanfaatkan penggunaan tray untuk barang harian, gunakan nampan atau tray untuk menampung barang-barang yang digunakan setiap hari, menjaganya tetap terlihat rapi di permukaan meja. Pun bisa memanfaatkan kotak penyimpanan untuk mengelompokkan barang-barang kecil berdasarkan kategori tertentu.
Inti dari penataan ini adalah membantu membentuk kebiasaan, bukan sekadar tempat penyimpanan. Alfonsus Kristian, Business Leader IKEA Indonesia, menjelaskan “ketika barang memiliki tempat yang jelas dan mudah dijangkau, orang akan terbiasa untuk langsung menaruhnya kembali,” katanya.
Pendekatan yang sederhana dan realistis ini membuat kebiasaan merapikan tidak lagi terasa seperti tugas tambahan, melainkan menjadi bagian alami dari rutinitas sehari-hari. Pada akhirnya, rumah akan terasa seperti ruang yang secara alami lebih teratur, dan Anda tidak perlu menghabiskan waktu berharga untuk mencari barang yang Anda miliki. (H-2)
in-Lite LED hadirkan Paviliun Cahya di ARCH:ID 2026, mengeksplorasi sintesa cahaya, material, dan kearifan lokal dalam desain arsitektur kolaboratif.
Alura dan Linea Series dirancang untuk mengakomodasi beragam gaya interior, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan produk yang fungsional, estetis, dan terjangkau.
MATERIAL High Pressure Laminates (HPL) berwarna putih terbentang menyelimuti venue peragaan busana Jakarta Fashion Week (JFW) 2026.
Nilai paling fundamental dari kualitas arsitektur dan desain interior adalah keselamatan.
Industri ritel premium di Indonesia menunjukkan dinamika positif dengan hadirnya showroom baru Save Decor, perusahaan desain dan kontraktor komersial yang berdiri sejak 2021.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved