Pasukan Israel Tembak Warga, Cabut Ratusan Pohon di Tepi Barat

Ferdian Ananda Majni
27/4/2026 12:26
Pasukan Israel Tembak Warga, Cabut Ratusan Pohon di Tepi Barat
Ilustrasi - Tentara Israel terus melakukan penggerebekan di Tepi Barat.(Dok. Anadolu)

PASUKAN Israel dilaporkan menembak seorang warga Palestina di dekat tembok pemisah di wilayah utara Yerusalem pada Minggu (26/4) malam. 

Pada waktu yang sama, aksi penertiban oleh pasukan Israel juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Tepi Barat yang diduduki, termasuk pencabutan pohon zaitun dan perataan lahan pertanian.

Palestinian Red Crescent Society menyatakan bahwa tim medis mereka di Ramallah menangani seorang pria yang mengalami luka tembak di bagian kaki akibat tembakan langsung di dekat tembok pemisah di kota Al-Ram. 

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Insiden penembakan semacam ini disebut kerap terjadi, terutama terhadap warga Palestina yang berupaya melintasi tembok pemisah untuk bekerja di wilayah Yerusalem atau Israel.

Di wilayah Tepi Barat bagian tengah, pasukan Israel dilaporkan mencabut ratusan pohon zaitun di kota Turmus Ayya, timur laut Ramallah. 

Warga setempat, Abdullah Awwad, mengatakan bahwa pasukan datang menggunakan buldoser dan langsung meratakan lahan pertanian di dekat kediamannya.

Menurut Awwad, tindakan tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada pemilik lahan. 

Ia menyebut sekitar 200 pohon zaitun dicabut dalam serangan terbaru, sementara 400 pohon lainnya telah dirusak pada malam sebelumnya. Banyak dari pohon tersebut disebut telah berusia puluhan tahun. 

Selain itu, ia juga menuduh adanya pencurian saluran air yang sebelumnya digunakan untuk kebutuhan rumah tangganya dan dialihkan ke pemukiman ilegal terdekat.

"Serangan-serangan ini bertujuan untuk memaksa warga Palestina meninggalkan rumah dan tanah mereka sehingga mereka dapat merebutnya," ujarnya dilansir Anadolu, Senin (27/4).

Di wilayah utara Tepi Barat, aparat Israel juga melakukan penangkapan terhadap dua warga Palestina dalam operasi terpisah

Masing-masing, Bassem Younes ditahan setelah rumahnya di kota Attil, utara Tulkarm, digeledah, sementara Mahmoud Shawahneh ditangkap di Kafr Thulth, selatan Qalqilya, dalam penggerebekan serupa.

Selain itu, buldoser Israel juga dilaporkan meratakan lahan pertanian di Khirbet Suruj, dekat Al-Yamoun di barat Jenin. 

Tindakan tersebut dilakukan setelah warga menerima pemberitahuan rencana pengambilalihan lahan sekitar dua pekan sebelumnya.

Aktivitas serupa juga terjadi di wilayah lain, termasuk di kota Burqa, provinsi Nablus, di mana sejumlah pohon zaitun dicabut dan lahan diratakan. 

Pasukan Israel juga dilaporkan memasuki kawasan Solomon’s Pools, yang terletak antara Al-Khader dan Artas, di selatan Betlehem.

Data dari Komisi Kolonisasi dan Perlawanan Tembok Palestina menunjukkan bahwa sepanjang Maret lalu terjadi total 1.819 insiden di Tepi Barat. Dari jumlah tersebut, 1.322 aksi dilakukan oleh pasukan militer Israel dan 497 lainnya oleh pemukim.

Sejak Oktober 2023, lebih dari 1.150 warga Palestina dilaporkan tewas dan ribuan lainnya mengalami luka-luka akibat berbagai operasi militer dan kekerasan oleh pasukan Israel serta pemukim di wilayah Tepi Barat, menurut data resmi Palestina. (Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya