Diduga terkait dengan Israel, Iran Sita Kapal MSC Francesca dan Epaminondas di Selat Hormuz

Putri Rosmalia Octaviyani
25/4/2026 20:15
Diduga terkait dengan Israel, Iran Sita Kapal MSC Francesca dan Epaminondas di Selat Hormuz
Area Selat Hormuz, yang jadi area pusat ketegangan AS-Iran.(Dok. Google Maps)

ANGKATAN Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan telah menahan dua kapal kargo komersial saat melintasi Selat Hormuz. Langkah tegas ini diambil Teheran dengan alasan operasional tanpa izin serta adanya dugaan keterkaitan kapal-kapal tersebut dengan pihak Israel.

Berdasarkan laporan kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, pada Jumat (24/4/2026), IRGC mengidentifikasi kedua kapal tersebut sebagai MSC Francesca dan Epaminondas. Kedua armada ini diketahui beroperasi di bawah naungan perusahaan pelayaran peti kemas raksasa, MSC.

Tuduhan Pelanggaran Navigasi

Pihak berwenang Iran menyatakan bahwa penyitaan dilakukan karena kapal-kapal tersebut dianggap melanggar peraturan maritim internasional. Teheran menuduh kru kapal sengaja mengganggu sistem navigasi yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran kapal lain di jalur perairan strategis tersebut.

Lebih lanjut, otoritas Iran menyebutkan bahwa kedua kapal itu diduga mencoba melewati Selat Hormuz secara diam-diam agar tidak terdeteksi. Namun, upaya tersebut gagal setelah unit patroli IRGC mencegat dan mengawal keduanya masuk ke wilayah perairan teritorial Iran untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak pecahnya konflik terbuka yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Sejak saat itu, Teheran memperketat kendali atas Selat Hormuz sebagai jalur vital perdagangan dunia.

Situasi di Selat Hormuz semakin memanas menyusul aksi blokade yang dilakukan Angkatan Laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran sejak 13 April lalu. Eskalasi militer di jalur perairan sempit ini mulai berdampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi global.

Para analis memperingatkan bahwa gangguan berkelanjutan di Selat Hormuz telah menghantam rantai pasokan energi global. Wilayah Asia menjadi yang paling terdampak, mengingat ketergantungan yang tinggi pada aliran minyak dan gas yang melewati jalur tersebut setiap harinya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan pelayaran MSC belum memberikan pernyataan resmi terkait penahanan kru dan kapal mereka oleh otoritas Iran. Ketegangan ini diprediksi akan terus menekan harga komoditas energi dalam Mata Uang Rupiah maupun mata uang global lainnya jika diplomasi maritim tidak segera membuahkan hasil. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya