Sinyal Baru Gencatan Senjata, Presiden Iran Buka Peluang Dialog dengan AS

Ferdian Ananda Majni
23/4/2026 15:07
Sinyal Baru Gencatan Senjata, Presiden Iran Buka Peluang Dialog dengan AS
Presiden Iran Masoud Pezeshkian.(Anadolu/Iranian Presidency )

PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan sinyal terbuka untuk dialog dengan Amerika Serikat guna menyelesaikan konflik yang sedang berlangsung. 

"Republik Islam Iran menyambut baik dialog dan kesepakatan, dan terus melakukannya," kata Pezeshkian melalui unggahan di platform X, dilansir Anadolu, Kamis (23/4).

Meski demikian, ia juga mengkritik kebijakan Washington, khususnya terkait blokade dan tindakan terhadap kapal-kapal Iran yang dinilai tidak dapat diterima. Dalam pernyataannya, Pezeshkian turut menyinggung sikap Amerika Serikat yang dianggap tidak konsisten, tanpa menyebut langsung Presiden Donald Trump.

"Pelanggaran komitmen, blokade, dan ancaman adalah hambatan utama bagi negosiasi yang tulus," sebutnya 

"Dunia melihat retorika munafik Anda yang tak berkesudahan dan kontradiksi antara klaim dan tindakan," tambahnya.

Ketegangan antara kedua negara meningkat sejak sebelum hingga selama konflik berlangsung, di mana Washington terus menekan Teheran untuk menghentikan program nuklirnya dan menyerahkan uranium yang telah diperkaya. Namun, tuntutan tersebut ditolak oleh Iran.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan yang dimulai pada 7 April dan berakhir pada 22 April. 

Dalam periode tersebut, kedua negara juga sempat menggelar perundingan di Islamabad, Pakistan, namun tidak menghasilkan kesepakatan.

Rencana perundingan lanjutan sempat dijadwalkan sebelum masa gencatan senjata berakhir, dengan delegasi AS bersiap menuju Islamabad. Namun, hingga menjelang waktu pelaksanaan, Iran belum memberikan kepastian keikutsertaan.

Sejumlah pejabat Iran sebelumnya menegaskan bahwa mereka tidak akan bernegosiasi di bawah tekanan. 

"Kami tidak menerima perundingan di bawah bayang-bayang ancaman," ujar Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.

Hingga saat ini, putaran kedua perundingan antara kedua negara belum terlaksana, sementara ketegangan tetap tinggi di tengah belum adanya titik temu yang jelas. (Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya