Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA International Energy Agency (IEA), Fatih Birol memperingatkan bahwa sistem energi global saat ini berada dalam kondisi yang sangat rentan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik.
Dalam wawancara dengan France Inter di kantor pusat IEA di Paris, Birol menyoroti bahwa ketergantungan ekonomi global pada sejumlah kecil aktor utama menjadi sumber risiko yang signifikan.
"Kita hidup dalam situasi yang sangat rapuh. Ekonomi global, saat ini bergantung pada sejumlah aktor yang sangat terbatas," katanya dilansir Anadolu, Selasa (21/4).
Ia menekankan bahwa ketidakstabilan di Selat Hormuz menjadi salah satu ancaman terbesar bagi pasar energi dunia. Menurutnya, gangguan di jalur pelayaran tersebut dapat memicu dampak luas terhadap ekonomi global. Ia bahkan menggambarkan situasi tersebut sebagai absurd, tetapi nyata.
Birol juga menggunakan analogi untuk menjelaskan kondisi saat ini.
"Vasnya pecah. Dan ketika vas pecah, Anda tidak dapat memperbaikinya sepenuhnya," lanjutnya menandakan bahwa dampak krisis energi kemungkinan akan berlangsung dalam jangka panjang.
Ia menambahkan bahwa pasar energi sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik, termasuk pernyataan dari tokoh politik seperti Presiden AS Donald Trump, yang dinilai turut memengaruhi ketidakpastian pasar.
Selain itu, konflik di Ukraina juga disebut sebagai faktor utama yang mengganggu pasokan minyak dan gas global serta mengubah rantai distribusi energi, khususnya di Eropa.
Meski menghadapi sanksi, Rusia tetap menjadi pemain penting dalam pasar energi dunia, yang berkontribusi pada volatilitas harga dan distribusi. Birol membandingkan kondisi saat ini dengan krisis minyak pada 1970-an, namun menilai situasi sekarang lebih kompleks karena berdampak tidak hanya pada minyak, tetapi juga gas, pupuk, dan petrokimia.
Ia memperingatkan bahwa kondisi ini berpotensi memperparah inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi global, dengan dampak yang lebih berat bagi negara-negara berkembang di Afrika dan Asia Selatan.
Untuk kawasan Eropa, Birol menyebut beberapa negara seperti Prancis relatif lebih siap menghadapi krisis, meski tetap akan mengalami tekanan berupa kenaikan harga dan penurunan daya beli masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa pemulihan stabilitas energi global tidak akan terjadi dalam waktu singkat. Menurutnya, diperlukan waktu setidaknya dua tahun untuk menstabilkan kondisi, mengingat kerusakan infrastruktur energi dan tingginya volatilitas pasar.
Di sisi lain, krisis ini dinilai dapat mempercepat transisi energi global. Birol menyebut energi terbarukan, tenaga nuklir, dan kendaraan listrik berpotensi menjadi sektor yang diuntungkan, meskipun beberapa negara mungkin akan kembali meningkatkan penggunaan batu bara dalam jangka pendek. (Fer/P-3)
IEA menilai pemulihan tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
IEA memproyeksikan penurunan permintaan minyak global terdalam sejak pandemi akibat blokade Selat Hormuz dan harga minyak fisik yang tembus US$150.
Ia mencatat bahwa minyak yang hilang pada April akan dua kali lebih besar dibanding Maret.
Pemerintah ajak masyarakat hemat energi demi stabilitas nasional. Simak 7 tips praktis dari IEA mulai dari transportasi hingga penggunaan AC dan lampu LED.
Harga minyak Brent melonjak ke US$100 meski IEA merilis cadangan darurat 400 juta barel. Ketahui penyebab skeptisisme pasar di tengah konflik Timur Tengah.
PASAR saham dunia rontok pada Senin (23/3) sementara harga minyak melonjak tajam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan para pemimpin Iran saling lempar ancaman.
Perdagangan internasional: Definisi lengkap, manfaat, dan dampaknya bagi ekonomi global. Pelajari selengkapnya di sini!
LPEM FEB UI menilai perang dagang yang tengah masuk babak baru akan berdampak besar pada perekonomian Indonesia. Itu terutama dari sisi harga barang impor yang digunakan oleh Indonesia.
Menurutnya, dengan anggota lebih dari 100 juta, NU telah mencapai 18 kali lipat dari Ikhwanul Muslimin di Mesir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved