Seorang Ayah Tembak Mati 7 Anak Kandung dan Sepupunya di Louisiana

Thalatie K Yani
21/4/2026 07:38
Seorang Ayah Tembak Mati 7 Anak Kandung dan Sepupunya di Louisiana
Penembakan massal mengguncang Louisiana. Shamar Elkins menewaskan 7 anak kandung dan sepupunya sebelum tewas ditembak polisi. (Nexta Tv)

SEBUAH aksi kekerasan brutal mengguncang wilayah barat laut Louisiana pada Minggu pagi waktu setempat. Seorang pria berusia 31 tahun, Shamar Elkins, menembak mati tujuh anak kandungnya yang masih kecil dan seorang sepupu, serta melukai kritis istrinya dan seorang perempuan lainnya. Insiden ini tercatat sebagai penembakan massal paling mematikan di Amerika Serikat dalam lebih dari dua tahun terakhir.

Wali Kota Shreveport, Tom Arceneaux, dalam konferensi pers menyatakan duka mendalam bagi kotanya. "Ini adalah situasi tragis, mungkin situasi paling tragis yang pernah kami alami di Shreveport," ujarnya.

Kronologi Pagi Berdarah

Aksi penembakan bermula sebelum pukul 06.00 pagi. Pihak kepolisian Shreveport menerima panggilan darurat dari seseorang yang berada di atas atap sebuah rumah di West 79th Street. Pelapor menyatakan bahwa seorang tersangka di dalam rumah baru saja menembak anggota keluarganya.

Kepala Polisi Shreveport, Wayne Smith, menjelaskan bahwa petugas tiba di lokasi hanya satu menit setelah laporan diterima. Namun, Elkins telah melarikan diri ke lokasi kedua di Harrison Street. Di sana, ia menembak kekasihnya, menculik tiga anak, dan merampas sebuah kendaraan milik warga.

Pelarian Elkins berakhir di Bossier Parish setelah terlibat aksi kejar-kejaran dengan polisi. Elkins, yang saat itu bersenjata senapan, tewas ditembak oleh petugas kepolisian sekitar pukul 06.29 pagi.

Korban Anak-Anak di Bawah Umur

Data dari Kantor Koroner Caddo Parish merilis identitas para korban tewas yang mayoritas masih di bawah umur. Korban termuda adalah Jayla Elkins yang baru berusia 3 tahun. Korban lainnya adalah Shayla, 5, Kayla Pugh, 6, Layla Pugh, 7, Markaydon Pugh, 10, Sariahh Snow, 11, Khedarrion Snow, 6, dan Braylon Snow, 5.

Istri Elkins, Shaneiqua Pugh, 34, dilaporkan menderita luka sangat serius, sementara perempuan lainnya mengalami luka yang mengancam nyawa. Perwakilan negara bagian, Tammy Phelps, menyebutkan beberapa anak sempat berusaha melarikan diri melalui pintu belakang saat penembakan terjadi.

Motif dan Masalah Kesehatan Mental

Pihak keluarga mengungkapkan bahwa Elkins dan istrinya sedang dalam proses perceraian akibat perselingkuhan. Keduanya dijadwalkan hadir di pengadilan pada hari Senin untuk menandatangani dokumen perceraian.

Troy Brown, ayah dari salah satu anak yang tewas, menyebut Elkins sempat menjalani perawatan kesehatan mental di rumah sakit VA selama satu setengah minggu sebelum kejadian. Brown mencoba merangkul Elkins, namun pria tersebut tampaknya merasa hidupnya sedang hancur.

"Semuanya seperti runtuh baginya... Dia pulang ke rumah. Dia bahagia. Dia mencintai anak-anaknya," kenang Brown sambil menangis. "Saya berharap dia segera mendapatkan bantuan kembali."

Catatan Kriminal dan Isu Domestik

Elkins merupakan mantan anggota Garda Nasional Angkatan Darat Louisiana yang keluar pada tahun 2020. Ia memiliki catatan kriminal sebelumnya, termasuk penggunaan senjata ilegal di properti sekolah pada tahun 2019 dan mengemudi dalam keadaan mabuk pada 2016.

Pihak berwenang kini menyelidiki apakah kasus ini merupakan fenomena family annihilation atau penghancuran keluarga secara sengaja. Anggota Dewan Kota, Tabatha Taylor, menekankan bahwa kekerasan domestik di komunitasnya sudah mencapai tahap yang mengkhawatirkan.

Hingga saat ini, komunitas Shreveport terus memberikan dukungan bagi para penyintas. Yayasan lokal telah berkomitmen untuk membantu biaya pemakaman delapan anak yang menjadi korban dalam tragedi memilukan ini. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya