Penembakan Massal di Shreveport Louisiana, Delapan Anak dan Pelaku Tewas

Wisnu Arto Subari
20/4/2026 09:00
Penembakan Massal di Shreveport Louisiana, Delapan Anak dan Pelaku Tewas
Ilustrasi.(Freepik)

LINGKUNGAN pinggiran kota yang tenang di Shreveport, Louisiana, berubah menjadi mencekam setelah aksi penembakan massal yang menewaskan delapan anak-anak pada Minggu (19/4) dini hari. Pihak kepolisian setempat menggambarkan peristiwa ini sebagai insiden domestik yang kejam dan tragedi yang tak terbayangkan.

Petugas kepolisian merespons laporan penembakan di dua rumah di wilayah selatan Shreveport sebelum fajar menyingsing. Berdasarkan data dari Kantor Koroner Caddo Parish, delapan korban jiwa tersebut merupakan anak-anak dengan rentang usia antara 3 hingga 11 tahun. Tujuh di antaranya diketahui merupakan anak kandung dari pelaku.

Kronologi Kejadian dan Identitas Pelaku

Pihak berwenang mengidentifikasi tersangka sebagai Shamar Elkins. Selain menewaskan delapan anak, Elkins juga menembak ibu dari anak-anaknya serta seorang perempuan lain. Kedua perempuan tersebut berhasil selamat namun saat ini dalam kondisi luka serius.

Setelah melakukan aksinya, Elkins melarikan diri dari lokasi kejadian dengan berjalan kaki sebelum akhirnya mencuri mobil di bawah ancaman senjata. Aksi kejar-kejaran dengan polisi pun terjadi dan berakhir di Bossier City saat petugas terpaksa menembak mati tersangka.

Daftar Korban Jiwa (Anak-anak):
  • Jayla Elkins, 3, dan Shayla Elkins, 5
  • Kayla Pugh, 6, dan Layla Pugh, 7
  • Markaydon Pugh, 10
  • Sariahh Snow, 11, Khedarrion Snow, 6, dan Braylon Snow, 5

Respons Pejabat dan Komunitas

Kepala Polisi Shreveport, Wayne Smith, menyatakan rasa duka mendalam atas kejadian ini. Dalam konferensi pers, ia menyebut serangan ini adalah hal paling mengerikan yang pernah ia lihat selama lebih dari empat dekade bertugas di kepolisian.

"Saya tidak tahu harus berkata apa, hati saya benar-benar terpukul. Ini sangat mengganggu dan tidak bisa digambarkan dengan kata-kata," ujar Smith.

Wali Kota Shreveport, Tom Arceneaux, menyebut insiden ini sebagai situasi paling tragis yang pernah dialami kota tersebut. "Kami memiliki keluarga yang terluka, petugas polisi yang berduka, dan seluruh komunitas ini ikut merasakan dampaknya," tuturnya.

Catatan Kriminal Tersangka

Berdasarkan catatan pengadilan, Shamar Elkins sebelumnya tidak memiliki riwayat kriminal yang sangat panjang. Ia pernah mengaku bersalah atas penggunaan senjata secara ilegal pada tahun 2019 dan menerima hukuman masa percobaan.

Anggota Dewan Kota, Grayson Boucher, menyoroti bahwa insiden ini menambah daftar panjang kekerasan domestik di Shreveport. Ia mencatat bahwa lebih dari 30 persen kasus pembunuhan di kota tersebut berakar dari masalah domestik, dan aksi Elkins ini telah melipatgandakan angka pembunuhan di kota itu dalam satu malam.

Penembakan di Shreveport ini tercatat sebagai salah satu penembakan massal paling mematikan di Amerika Serikat sejak Januari 2024. Saat ini, Kepolisian Negara Bagian Louisiana tengah menyelidiki penembakan yang melibatkan petugas, sementara Kepolisian Shreveport fokus pada penyelidikan di lokasi kejadian perkara. (USA Today/I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya