Wellington Darurat, Banjir Bandang dan Tanah Longsor Terjang Ibu Kota Selandia Baru

Thalatie K Yani
21/4/2026 06:27
Wellington Darurat, Banjir Bandang dan Tanah Longsor Terjang Ibu Kota Selandia Baru
Selandia Baru tetapkan status darurat di Wellington akibat hujan rekor 77mm dalam satu jam. Kendaraan tenggelam, sekolah tutup, dan warga dievakuasi.(Porirua City Council)

PEMERINTAH Selandia Baru resmi menetapkan status darurat di ibu kota Wellington setelah hujan lebat dan banjir bandang menerjang wilayah North Island, Senin (20/4). Cuaca ekstrem ini mengakibatkan kerusakan luas, mulai dari kendaraan yang tenggelam hingga tanah longsor yang menghantam pemukiman warga.

Wellington mencatat rekor curah hujan yang mencapai 77mm hanya dalam waktu kurang dari satu jam. Wali Kota Wellington, Andrew Little, menggambarkan situasi tersebut sebagai cuaca yang sangat liar dan destruktif.

"Cuaca liar terus berlanjut. Kami mendapati banjir, tanah longsor, dan evakuasi... Banjir ini cukup kuat untuk menyeret mobil, dan banyak penutup lubang got yang terangkat," ujar Little melalui unggahan video di halaman Facebook resminya.

Evakuasi dan Dampak Kerusakan

Sejauh ini, lebih dari selusin orang telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Pihak berwenang juga melaporkan seorang pria berusia 60 tahun di pinggiran kota Karori hilang, meskipun hingga kini belum ada laporan mengenai korban jiwa.

Dampak banjir terasa nyata di berbagai sektor. Sejumlah jadwal penerbangan di Bandara Wellington dibatalkan, sementara beberapa sekolah terpaksa meliburkan aktivitas kampus demi keamanan siswa.

Di pinggiran kota Kingston, seorang warga menceritakan momen mencekam saat ia mencoba melarikan diri menggunakan sepeda motor tetangganya setelah tanah longsor menimbun jalan utama.

"Ini benar-benar kejadian besar. Anda tidak ingin berada di bawahnya (longsoran), itu tidak akan mungkin bisa selamat," tuturnya kepada Radio New Zealand (RNZ).

Kesaksian serupa datang dari warga Mornington yang melihat tamannya berubah menjadi sungai seketika. Menurutnya, debit air yang sangat besar membuat rerumputan di halamannya tidak lagi terlihat.

Peringatan Cuaca dan Imbauan Warga

Menteri Manajemen Darurat dan Pemulihan, Mark Mitchell, memperingatkan puncak cuaca buruk diperkirakan akan terjadi pada Senin malam. Ia mendesak warga di wilayah Wellington untuk bersiap dan mengambil keputusan evakuasi lebih awal jika diperlukan.

Kantor Manajemen Darurat wilayah Wellington menyarankan penduduk untuk menunda semua perjalanan yang tidak mendesak. Bagi mereka yang tinggal di daerah dataran rendah atau rawan banjir, disarankan untuk mengungsi sementara ke rumah kerabat atau menuju posko bantuan di Wellington City Mission.

Bencana ini terjadi kurang dari seminggu setelah Siklon Vaianu melanda North Island. Para peneliti terus menyoroti bahwa perubahan iklim telah membuat peristiwa cuaca ekstrem seperti ini menjadi lebih sering terjadi dan jauh lebih intens di seluruh dunia. Warga diimbau untuk tetap waspada karena hujan diprediksi masih akan mengguyur hingga 36 jam ke depan. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya