Blokade Laut AS di Iran Mengetat, Bursa Saham Wall Street Cetak Rekor Baru

Thalatie K Yani
16/4/2026 05:42
Blokade Laut AS di Iran Mengetat, Bursa Saham Wall Street Cetak Rekor Baru
Centcom AS berhasil cegat kapal kargo Iran di Selat Hormuz. Sementara itu, bursa saham AS melonjak ke rekor tertinggi di tengah harapan perdamaian.(Centcom)

KOMANDO Pusat Amerika Serikat (Centcom) mengumumkan keberhasilan mereka mencegat sebuah kapal kargo berbendera Iran yang mencoba menghindari blokade laut. Kapal tersebut dicegat pada Selasa (14/4) setelah bertolak dari kota pelabuhan Bandar Abbas dan mencoba keluar melalui Selat Hormuz.

Kapal penghancur Angkatan Laut AS, USS Spruance, dilaporkan berhasil mengalihkan rute kapal tersebut dan memaksanya kembali ke wilayah Iran. Sejak blokade diberlakukan pada Senin lalu, Centcom mencatat telah memulangkan 10 kapal dan mengeklaim belum ada satu pun kapal yang berhasil menembus barisan pertahanan mereka.

IDF Perluas Zona Operasi di Libanon

Di sisi lain, ketegangan di darat juga kian memanas. Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Effie Defrin, menyatakan bahwa Kepala Staf Umum Eyal Zamir telah menyetujui rencana pertempuran lanjutan di Lebanon dan Iran.

IDF kini menetapkan seluruh wilayah Lebanon selatan hingga garis Sungai Litani sebagai "area pembersihan" bagi kelompok Hizbullah. "Kami telah menewaskan lebih dari 1.700 anggota Hizbullah dalam operasi militer di Lebanon sejauh ini, dan kami akan terus mengejar mereka di mana pun mereka bersembunyi," tegas Defrin.

Teka-teki Anggaran Perang Trump

Di tengah meluasnya konflik, pemerintahan Presiden Trump mulai menghitung beban finansial yang harus ditanggung negara. Direktur Anggaran Gedung Putih, Russell Vought, menghadap Kongres untuk membahas usulan anggaran tahun fiskal 2027 yang mencakup belanja pertahanan sebesar US$1,5 triliun.

Meski muncul laporan biaya perang dengan Iran bisa mencapai US$100 miliar, Vought enggan memberikan angka pasti kepada para anggota dewan. "Kami belum siap memberikan permintaan angka kepada Anda, kami masih mengerjakannya," jawab Vought saat ditanya oleh Anggota Kongres Texas, Veronica Escobar. Ia bahkan menolak memberikan estimasi kasar meskipun ditekan apakah angkanya melampaui US$50 miliar.

Optimisme Pasar di Tengah Konflik

Menariknya, pasar modal Amerika Serikat justru menunjukkan tren positif yang kontras dengan situasi di medan perang. Pada Rabu waktu setempat, indeks saham Wall Street mencapai rekor tertinggi karena investor mulai berspekulasi bahwa pembicaraan damai yang sedang berlangsung akan membuahkan hasil.

Indeks S&P 500 melonjak 0,8% dan untuk pertama kalinya melampaui angka 7.000 poin. Indeks Nasdaq juga mencetak rekor dengan kenaikan 1,6% ke posisi 24.016 poin, melampaui level sebelum konflik dimulai pada akhir Februari lalu.

Meski demikian, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) terpantau masih cenderung datar dan belum berhasil kembali ke level sebelum perang meletus. Para analis menilai kepercayaan pasar saat ini sangat bergantung pada perkembangan proses diplomasi yang oleh pemerintah AS disebut sebagai dialog yang "produktif". (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya