Kecam Donald Trump, Wakil PM Spanyol Sebut Komentar Terhadap Paus Leo XIV Kesalahan Sejarah

Basuki Eka Purnama
15/4/2026 06:28
Kecam Donald Trump, Wakil PM Spanyol Sebut Komentar Terhadap Paus Leo XIV Kesalahan Sejarah
Presiden AS Donald Trump(AFP/BRENDAN SMIALOWSKI )

GELOMBANG kecaman internasional menghantam Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyusul pernyataannya yang kontroversial terhadap pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Paus Leo XIV. Wakil Perdana Menteri Spanyol, Yolanda Diaz, secara tegas menyebut komentar Trump sebagai sebuah "kesalahan besar dalam sejarah."

Dalam pertemuan dengan wartawan asing di Madrid, Selasa (14/4), Diaz menekankan bahwa pernyataan Trump tidak hanya menyerang figur religius, tetapi juga menunjukkan sikap tidak hormat terhadap seorang Kepala Negara Vatikan. Menurutnya, kedudukan Paus melampaui batas-batas keyakinan pribadi.

"Paus adalah pemimpin negara dan pemimpin agama yang mewakili jutaan umat beriman. Tidak masalah apakah seseorang religius atau tidak; komentar seperti itu sangat tidak pantas," ujar Diaz menegaskan.

Pemicu Kontroversi

Ketegangan ini bermula dari unggahan Donald Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social. Dalam unggahan tersebut, Trump melontarkan kritik tajam terhadap rekam jejak Paus Leo XIV, terutama terkait kebijakan luar negeri dan penanganan kriminalitas.

Trump bahkan melontarkan klaim provokatif dengan menyiratkan bahwa terpilihnya Leo, yang merupakan Paus pertama dari Amerika Serikat, tidak akan terjadi jika bukan karena pengaruhnya saat menjabat sebagai Presiden AS.

Diaz mempertanyakan standar ganda yang ditunjukkan oleh Trump. Ia mengajak publik membayangkan dampak diplomatik jika serangan serupa diarahkan kepada pemimpin negara lain.

"Jika saya mengatakan tentang pemimpin negara lain apa yang dikatakan Trump tentang Paus, siapa yang tahu apa yang akan terjadi?" cetusnya.

Dukungan dari Italia

Spanyol tidak sendirian dalam melayangkan protes. Sebelumnya, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni juga telah menyampaikan kecaman serupa. Meloni menilai serangan verbal Trump terhadap Bapa Suci sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima secara diplomatik maupun moral.

"Paus adalah Pemimpin Gereja Katolik. Adalah hal yang benar dan wajar jika beliau menyerukan perdamaian dan mengutuk semua bentuk perang," kata Meloni dalam pernyataan resminya.

Berikut adalah ringkasan poin-poin pertikaian diplomatik yang terjadi:

Pihak Pernyataan / Tindakan
Donald Trump Menyebut Paus Leo XIV "lemah" dalam kebijakan luar negeri dan mengklaim peran dalam terpilihnya Paus.
Yolanda Diaz (Spanyol) Menilai komentar Trump sebagai "kesalahan besar sejarah" dan bentuk tidak hormat kepada Kepala Negara.
Giorgia Meloni (Italia) Menyatakan komentar Trump tidak dapat diterima dan membela hak Paus untuk menyerukan perdamaian.

Hingga saat ini, pihak Vatikan belum memberikan tanggapan resmi terkait serangan verbal yang dilontarkan oleh Donald Trump tersebut. Namun, reaksi keras dari para pemimpin Eropa ini menunjukkan adanya solidaritas diplomatik untuk melindungi marwah kepemimpinan kepausan di panggung global. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya