Bos OpenAI Sam Altman Jadi Sasaran Bom Molotov, Pelaku Terancam Dakwaan Percobaan Pembunuhan

Thalatie K Yani
14/4/2026 09:44
Bos OpenAI Sam Altman Jadi Sasaran Bom Molotov, Pelaku Terancam Dakwaan Percobaan Pembunuhan
Seorang pria asal Texas ditangkap setelah menyerang rumah CEO OpenAI Sam Altman dengan bom Molotov. Ditemukan dokumen anti-AI dan daftar target eksekutif teknologi.(US Department of Justice)

DANIEL Moreno-Gama, seorang pemuda berusia 20 tahun asal Texas, kini menghadapi serangkaian dakwaan berat setelah diduga menyerang kediaman CEO OpenAI, Sam Altman, di San Francisco dengan bom Molotov. Selain dakwaan tingkat negara bagian, pelaku juga menghadapi tuntutan federal terkait penggunaan bahan peledak.

Insiden ini terjadi pada Jumat pekan lalu sekitar pukul 04.00 waktu setempat. Berdasarkan pengaduan kriminal, Moreno-Gama diduga membakar gerbang luar rumah Altman sebelum melarikan diri. Tak berhenti di situ, sekitar satu jam kemudian, ia mencoba membakar markas besar OpenAI di San Francisco dan berusaha memecahkan pintu kaca gedung menggunakan kursi.

Motif Anti-AI dan Dokumen Berbahaya

Departemen Kehakiman AS mengungkapkan petugas menemukan perangkat pembakar, jeriken minyak tanah, dan pemantik api dari tangan pelaku. Selain itu, ditemukan dokumen yang menunjukkan kebencian terhadap teknologi Kecerdasan Buatan (AI) serta seruan untuk melakukan kejahatan terhadap eksekutif dan investor di bidang tersebut.

Dalam dokumen berjudul "Beberapa kata lagi mengenai masalah kepunahan kita yang sudah dekat", Moreno-Gama diduga menulis: "Jika saya akan menyarankan orang lain untuk membunuh dan melakukan kejahatan, maka saya harus memimpin dengan memberi contoh dan menunjukkan bahwa saya sepenuhnya tulus dengan pesan saya." Dokumen tersebut juga memuat daftar nama dan alamat bos perusahaan AI terkemuka.

Respons Otoritas dan OpenAI

Jaksa Agung Pelaksana, Todd Blanche, menegaskan bahwa kekerasan bukanlah cara yang sah untuk mengekspresikan perbedaan pendapat. "Tindakan-tindakan yang dituduhkan ini, yang merusak properti dan bisa saja merenggut nyawa, akan dituntut secara agresif," tegasnya.

OpenAI dalam pernyataan resminya menyambut baik debat yang sehat terkait masa depan AI, namun mengutuk keras segala bentuk kekerasan. "Tidak ada tempat dalam demokrasi kita untuk kekerasan terhadap siapa pun, terlepas dari laboratorium AI tempat mereka bekerja atau sisi perdebatan mana mereka berada," tulis perusahaan tersebut.

Jaksa Wilayah San Francisco, Brooke Jenkins, memastikan tidak ada korban luka dalam rentetan serangan ini. "Saya bersyukur Tuan Altman, keluarganya, dan karyawannya tidak terluka dalam serangan ini dan berada dalam kondisi aman," ujarnya dalam konferensi pers Senin (13/4).

Konteks Ketegangan Narasi AI

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya retorika publik terhadap AI. Pekan lalu, profil investigasi Sam Altman di majalah The New Yorker sempat menuai kontroversi terkait kelayakannya memimpin OpenAI.

Altman sendiri sempat mengaitkan artikel tersebut dengan serangan di rumahnya dalam sebuah unggahan di media sosial X. "Kita harus menurunkan tensi retorika dan taktik, serta mencoba untuk mengurangi ledakan di lebih sedikit rumah, baik secara kiasan maupun harfiah," tulisnya. Namun, ia kemudian menghapus unggahan tersebut setelah mendapat kritik dari netizen.

Moreno-Gama dijadwalkan menjalani persidangan dakwaan pada Selasa sore waktu setempat. Sementara itu, FBI dilaporkan telah melakukan penggerebekan di Texas yang berkaitan dengan penyelidikan kasus ini. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya