Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENINGKATNYA risiko serangan terhadap pasukan perdamaian tidak serta-merta membuat Indonesia mundur dari keterlibatan dalam misi internasional. Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Akbarshah Fikarno Laksono menyatakan, evaluasi tetap diperlukan, namun harus dilakukan tanpa mengorbankan komitmen strategis Indonesia terhadap perdamaian global.
Menurutnya, situasi yang berkembang saat ini justru menuntut respons kebijakan yang lebih matang dan berlapis, bukan reaksi yang terburu-buru.
"Kami memandang bahwa meningkatnya risiko serangan terhadap pasukan perdamaian harus dijawab dengan langkah kebijakan yang hati-hati, terukur, dan berlapis," ujarnya saat dihubungi, Selasa (7/4).
Ia menekankan, evaluasi terhadap keterlibatan Indonesia dalam misi luar negeri memang penting, tetapi harus dilakukan secara bertahap dan tidak mengurangi peran aktif Indonesia dalam mandat perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa.
"Evaluasi menyeluruh atas keterlibatan Indonesia dalam misi luar negeri memang perlu dilakukan secara berjenjang, namun hal itu tidak boleh mengurangi komitmen strategis kita terhadap mandat perdamaian yang diemban Perserikatan Bangsa-Bangsa," terang Dave.
Di tengah meningkatnya ancaman, DPR mendorong penguatan sistem perlindungan bagi prajurit melalui peningkatan keamanan, diplomasi yang lebih aktif, serta koordinasi yang lebih intens dengan mitra internasional. Langkah itu dinilai penting agar kontribusi Indonesia tetap memiliki nilai strategis di mata global.
"Melalui penguatan sistem keamanan, diplomasi konstruktif, serta koordinasi intensif dengan mitra internasional, Indonesia dapat memastikan bahwa kontribusi kita tetap bernilai strategis dan dihormati komunitas global," tutur Dave.
Komisi I DPR, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah selama langkah yang diambil berbasis kajian yang matang dan menjamin keselamatan personel di lapangan.
"Komisi I DPR RI akan terus mendukung langkah pemerintah sepanjang kebijakan yang diambil berlandaskan kajian matang, menjamin keselamatan prajurit, dan memperkuat kredibilitas diplomasi Indonesia," jelasnya.
Dave menambahkan, sinergi antara pemerintah, DPR, TNI, dan pemangku kepentingan lain menjadi kunci agar peran Indonesia dalam misi perdamaian tetap kuat sekaligus berdampak bagi stabilitas kawasan.
"Kami percaya bahwa melalui kerja sama erat antara pemerintah, DPR, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan, kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian akan semakin kokoh, memberikan dampak positif bagi stabilitas kawasan, serta menjaga kehormatan bangsa di mata dunia," pungkasnya. (Mir/P-3)
Ketegangan di Libanon Selatan meningkat setelah prajurit UNIFIL asal Prancis kembali gugur. Macron tuding Hizbullah, sementara Presiden Aoun sampaikan duka mendalam.
Komandan PMPP TNI menjenguk personel Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S di Beirut. Simak komitmen perlindungan TNI bagi Pasukan di tengah konflik Libanon.
Pengamat keamanan Muradi mengkritik instruksi "masuk bunker" bagi prajurit TNI di Lebanon. Ia mendesak pemerintah memberi mandat balas serangan atau menarik pasukan demi keselamatan
PEMERINTAH Indonesia meminta Dewan Keamanan PBB mengusut serangan di Libanon. Dalam serangan itu, ada tiga anggota TNI penjaga perdamaian UNIFIL asal Indonesia terluka
Fraksi PAN DPR RI mengutuk keras serangan Israel terhadap pasukan perdamaian PBB di Libanon yang menewaskan prajurit TNI dalam misi UNIFIL.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved