Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Seni batas tektonik yang memisahkan Afrika dan Asia sepertinya berjarak semakin jauh. Karena bukti terbaru mengindikasikan bahwa celah di dekat perbatasan kedua benua ini perlahan-lahan menjauh satu sama lain dengan kecepatan yang sangat lambat.
Pergerakan ini terjadi di Celah Teluk Suez, sebuah patahan di kerak bumi yang membentang sepanjang jalur sempit lautan antara Mesir dan Semenanjung Sinai, tempat di mana Afrika dan Asia bertemu. Celah ini adalah bagian ujung dari Celah Laut Merah yang lebih luas, yang terbentuk antara lempeng tektonik Arab dan Afrika sekitar 25 juta tahun yang lalu.
Dahulu dianggap sebagai retakan pasif yang tidak aktif, studi terbaru menunjukkan bahwa celah di kerak bumi ini lebih aktif dari yang dipikirkan sebelumnya.
Dengan meneliti bentuk Celah Suez dan tempat terumbu karang purba yang kini berada di atas permukaan laut, para geolog menemukan bahwa kerak bumi di area ini masih mengalami retakan hingga 0,55 milimeter (0,02 inci) setiap tahunnya.
Para ilmuwan percaya bahwa penemuan ini bisa mengubah pemahaman kita tentang retakan geologi. Alih-alih hanya terbagi ke dalam kategori "aktif" atau "tidak aktif", retakan dapat bergerak secara bervariasi, terkadang bergerak pelan saat dianggap telah selesai dan tiada.
"Dengan mengalami pemanjangan secara terus-menerus, Celah Suez tidak cocok dengan klasifikasi sebagai celah yang tidak berhasil, kemungkinan disebabkan oleh kedekatannya dengan batas lempeng yang aktif. Penemuan ini menekankan pentingnya merevisi penilaian terhadap celah yang dianggap tidak aktif di seluruh dunia, serta memeriksa apakah pelambatan tanpa kegagalan adalah proses umum dalam perkembangan celah intrakontinental," tambah mereka.
Gerakan halus di Celah Teluk Suez diperkirakan tidak akan sepenuhnya memisahkan Asia dan Afrika dalam waktu dekat; pergerakan lempeng tektonik sangat kompleks dan melibatkan beragam patahan yang saling berinteraksi, serta pergeseran yang berlangsung selama jutaan tahun. Namun, di tempat lain di kawasan ini, kekuatan tektonik sedang mempersiapkan pergeseran benua yang sangat signifikan.
Tak jauh dari Teluk Suez, terdapat aktivitas yang cukup penting dalam Sistem Retakan Afrika Timur, yang merupakan salah satu retakan terbesar di dunia dan membentang melalui negara-negara seperti Ethiopia, Kenya, Republik Demokratik Kongo, Uganda, Rwanda, Burundi, Zambia, Tanzania, Malawi, dan Mozambik.
Banyak bukti menunjukkan bahwa aktivitas ini bisa menyebabkan lempeng tektonik Somalia secara bertahap terpisah dari lempeng Nubia yang lebih besar, yang akan mengakibatkan terbentuknya laut baru di celah tersebut. Ini pada dasarnya akan membuat Afrika Timur terpisah dari tanah induknya.
Berita baiknya, proses ini tidak akan terjadi dalam jutaan tahun ke depan. Meskipun demikian, celah Suez dan Afrika Timur menunjukkan bahwa Bumi bukanlah batu yang statis dan tidak berubah. Permukaan planet kita mungkin terlihat kaku dan abadi dari perspektif manusia, tetapi ia terus-menerus, secara halus, berubah dan membentuk kembali dirinya sendiri.(IFLScience/Z-10)
Studi genom terbaru mengungkap fakta miris, gajah Afrika kini mengalami inbreeding (kawin sedarah) akibat habitat yang terfragmentasi.
Paus Leo XIV membawa misi persatuan ke Afrika saat hubungan Vatikan-Washington memanas.
Penelitian terbaru menemukan ukiran cangkang telur burung unta di Afrika menunjukkan kemampuan berpikir geometris manusia purba sudah sangat maju sejak 60 ribu tahun lalu.
Chef legendaris Marcus Samuelsson bicara soal masa depan kuliner Afrika. Baginya, "fine dining" sudah ada di akar sejarah Afrika, bukan sekadar tren baru.
Berikut 20 destinasi wisata terbaik yang patut dikunjungi tahun 2026. Kepulauan Komodo menjadi salah satunya.
Penemuan spesies reptil purba Tainrakuasuchus bellator berusia 240 juta tahun, membuka wawasan baru tentang evolusi leluhur buaya dan hubungan geologis Brasil-Afrika.
Belanja militer global pada 2025 mencatatkan rekor baru sebesar US$2,89 triliun atau setara Rp49,79 kuadriliun. Lonjakan sebesar 2,9% ini didorong oleh ketidakpastian keamanan global
SEJUMLAH pemimpin di kawasan Asia menyambut positif pengumuman gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran.
Firma Kpler menilai Asia paling terdampak krisis energi akibat perang Iran dan penutupan Selat Hormuz, dengan pasokan minyak dan gas menurun tajam.
Sejalan dengan tren global, negara-negara di Asia Tenggara mulai memperkuat mekanisme penetapan harga karbon mereka.
Konten dari Jepang, Korea, dan India kini telah bertransformasi menjadi kekuatan budaya yang signifikan dalam hiburan global.
Daya tarik utama Gerbang Handara adalah kesempatan untuk mengabadikan momen di depan gerbang yang menawan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved