Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Selasa (5/1), menyatakan dukungan terhadap langkah yang telah diambil sejumlah negara dengan menunda pemberian dosis kedua vaksin covid-19 Pfizer-BioNTech.
Dihadapi dengan terbatasnya pasokan vaksin covid-19, Denmark dan Inggris mengatakan mereka akan menunggu lebih lama dari yang direkomendasikan, 21-28 hari, antara pemberian vaksin pertama dan kedua sehingga bisa memberikan suntikan dosis pertama kepada lebih banyak orang.
Kelompok penasehat vaksin WHO mengatakan vaksinasi bisa dibelikan beberapa pekan lebih lama dari waktu yang direkomendasikan, 21-28 hari, dalam kondisi khusus.
Baca juga: Tiongkok Blokir Kedatangan Tim WHO Ingin Teliti Asal Usul Covid-19
Namun, tidak ada yang mengonfirmasi keamanan dan efikasi dari pemberian vaksin dengan cara seperti itu.
WHO telah memberikan izin darurat bagi vaksin Pfizer-BioNTech, Kamis (31/12) lalu, membuka jalan bagi negara-negara di dunia untuk mengimpor dan mendistribusikan vaksin tersebut.
Vaksin Pfizer-BioNTech merupakan yang pertama mendapatkan izin dari WHO sejak pandemi terjadi di Tiongkok, tahun lalu.
Suntikan vaksin covid-19 diberikan dua kali. Kelompok Penasehat Strategis untuk Imunisasi WHO (SAGE), Selasa (5/1), mengatakan pemberian vaksin kedua bisa ditunda agar lebih banyak orang bisa mendapatkan suntikan pertama.
"SAGE merekomendasikan pemberian dua dosis vaksin covid-19 berjarak 21 hingga 28 hari," ujar ketua SAGE Alejandro Cravioto.
Namun, imbuhnya, negara yang memiliki keterbatasan vaksin dan kondisi epidemiologi khusus bisa menunda pemberian dosis kedua.
Direktur Departemen Imunisasi WHO Kate O'Brien mengatakan penundaan pemberian dosis kedua vaksin covid-19 itu tidak boleh melebihi enam pekan berdasarkan temuan uji klinis. (AFP/OL-1)
Jangan panik jika jadwal vaksin anak terlewat. Dokter spesialis anak jelaskan prosedur catch-up immunization atau imunisasi kejar untuk lindungi buah hati.
WHO merekomendasikan transisi dari vaksin influenza quadrivalent ke trivalent karena hilangnya virus B/Yamagata. Simak penjelasan medis dan dampaknya.
Vaksin influenza trivalen kembali menjadi standar global setelah WHO merekomendasikan penghapusan komponen garis keturunan B/Yamagata.
AI dan teknologi genomik mempercepat diagnosis penyakit langka. Inovasi ini membuka akses pengobatan lebih cepat bagi jutaan pasien di dunia.
Taiwan melaporkan capaian Gold Tier WHO dalam eliminasi hepatitis C dengan diagnosis 90,2% dan pengobatan 92,6%, mendekati target global 2030.
Indonesia pimpin suara Global South dalam negosiasi WHO Pandemic Agreement 2026. Cek latar belakang Uni Eropa dinilai hambat kesetaraan akses kesehatan global.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved