Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal (Dirjen) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, Jumat (4/12), mengatakan dirinya akan mengikuti langkah sejumlah mantan presiden Amerika Serikat (AS) yang siap divaksin covid-19 di depan kamera untuk membuat warga percaya dengan keampuhan vaksin itu.
Tedros menyambut gembira berita bahwa presiden terpilih AS Joe Biden serta mantan presiden AS Barack Obama, George W Bush, dan Bill Clinton yang mengatakan mereka siap divaksin covid-19 di depan kamera.
"Itu adalah ide yang apik. Saya rasa akan sangat bagus mereka menunjukkan komitmen mereka. Pasalnya, mereka memiliki pengaruh yang besar," ujar Tedros.
Baca juga: WHO Ingatkan Vaksin tidak Hapuskan Covid-19
Ketika ditanya apakah dia siap melakukan hal yang sama, Tedros menjawab, "Saya dengan senang hati melakukan hal yang sama."
Namun, dia menegaskan dirinya tidak mau menyelak antrean dan mengambil jatah vaksin orang lain. Dia menggarisbawahi bahwa WHO menyerukan agar vaksin covid-19 didistribusikan secara adil.
"Saya harus memastikan saya mendapatkan vaksin itu sesuai giliran. Saya tidak mau menyelak antrean," tegas Tedros. (AFP/OL-1)
Jangan panik jika jadwal vaksin anak terlewat. Dokter spesialis anak jelaskan prosedur catch-up immunization atau imunisasi kejar untuk lindungi buah hati.
WHO merekomendasikan transisi dari vaksin influenza quadrivalent ke trivalent karena hilangnya virus B/Yamagata. Simak penjelasan medis dan dampaknya.
Vaksin influenza trivalen kembali menjadi standar global setelah WHO merekomendasikan penghapusan komponen garis keturunan B/Yamagata.
AI dan teknologi genomik mempercepat diagnosis penyakit langka. Inovasi ini membuka akses pengobatan lebih cepat bagi jutaan pasien di dunia.
Taiwan melaporkan capaian Gold Tier WHO dalam eliminasi hepatitis C dengan diagnosis 90,2% dan pengobatan 92,6%, mendekati target global 2030.
Indonesia pimpin suara Global South dalam negosiasi WHO Pandemic Agreement 2026. Cek latar belakang Uni Eropa dinilai hambat kesetaraan akses kesehatan global.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved