Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MUNCULNYA vaksin untuk memerangi pandemi covid-19 tidak akan menghapuskan penyakit yang ditimbulkan oleh virus korona tersebut. Hal itu diungkapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jumat (4/12).
WHO memperingatkan semua orang agar tidak lengah dan tidak menganggap bahwa kemunculan vaksin berarti pandemi akan berakhir.
"Vaksin tidak berarti penyakit covid-19 menjadi nol," ujar Direktur Kedaruratan WHO Michael Ryan.
"Sendirian, vaksin tidak akan berguna," imbuhnya sembari mengatakan tidak semua orang akan mendapatkan vaksinasi pada tahun depan.
Baca juga: WHO Minta Masyarakat Waspada Meski Vaksin Covid-19 di Depan Mata
Inggris, Rabu (2/12), menjadi negara Barat pertama yang menyetujui penggunaan vaksin untuk umum.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan keberadaan vaksin membuat semua pihak berharap dan "Kita kini melihat cahaya di ujung terowongan."
"Meski begitu, WHO khawatir akan adanya persepsi bahwa pandemi telah berakhir," ujarnya.
"Faktanya, saat ini, banyak negara melihat peningkatan jumlah kasus covid-19 yang memberi tekanan terhadap rumah sakit dan pekerja kesehatan," imbuh Tedros.
Hingga Jumat (4/12), covid-19 telah menginfeksi lebih dari 65 juta orang di dunia.
Virus yang pertama kali muncul di Tiongkok, Desember 2019 lalu, telah menewaskan sedikitnya 1,5 juta orang. (AFP/OL-1)
Jangan panik jika jadwal vaksin anak terlewat. Dokter spesialis anak jelaskan prosedur catch-up immunization atau imunisasi kejar untuk lindungi buah hati.
WHO merekomendasikan transisi dari vaksin influenza quadrivalent ke trivalent karena hilangnya virus B/Yamagata. Simak penjelasan medis dan dampaknya.
Vaksin influenza trivalen kembali menjadi standar global setelah WHO merekomendasikan penghapusan komponen garis keturunan B/Yamagata.
AI dan teknologi genomik mempercepat diagnosis penyakit langka. Inovasi ini membuka akses pengobatan lebih cepat bagi jutaan pasien di dunia.
Taiwan melaporkan capaian Gold Tier WHO dalam eliminasi hepatitis C dengan diagnosis 90,2% dan pengobatan 92,6%, mendekati target global 2030.
Indonesia pimpin suara Global South dalam negosiasi WHO Pandemic Agreement 2026. Cek latar belakang Uni Eropa dinilai hambat kesetaraan akses kesehatan global.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved