Myanmar Janji Hentikan Diskriminasi Rohingya

MI/Pra/Hym/Bay/FD/X-4
22/5/2015 00:00
Myanmar Janji Hentikan Diskriminasi Rohingya
(MI/Ferdian Ananda )
MYANMAR akan mencegah eksodus etnik Rohingya dari wilayah negara tersebut. Demikian salah satu butir ke sepakatan Menlu RI Retno Marsudi dengan Menlu Myanmar U Wunna Maung Lwin, di Naw Pyi Taw, kemarin. Dalam rilis yang diterima Media Indonesia, tadi malam, Myanmar juga siap bekerja sama dengan ASEAN memberantas perdagangan manusia, memerintahkan diplomatnya mengunjungi penampungan imigran ilegal di Aceh, dan akan membangun Rakhine State (wilayah etnik Rohingya) secara inklusif dan nondiskriminatif.

Sebelumnya Indonesia, Malaysia, dan Thailand sepakat mengulurkan bantuan kemanusiaan kepada etnik Rohingya. Kendati demikian, ketiga negara mengingatkan pentingnya mengatasi akar masalah mengapa ribuan etnik Rohingya meninggalkan Myanmar. "Ketiga negara melihat tidak hanya dari segi migrasi, tetapi juga trafficking atau kasus penyelundupan dan perdagangan manusia. (Nanti) ada emergency meeting untuk membahas persoalan ini," kata Juru Bicara Kemenlu RI Armanatha Nasir di Jakarta, kemarin.

Kini diperkirakan sekitar 7 ribu imigran Rohingya dan Bangladesh terkatung-katung di lautan. Sekitar 1.700 imigran di antaranya terdampar di perairan Aceh Timur dalam kondisi mengenaskan. Dalam pertemuan di Putrajaya, Malaysia, Rabu (20/5), Menlu Retno, Menlu Malaysia Datuk Seri Anifah Aman, dan Menlu Thailand Tanasak Patimapragorn menekankan ketiga negara siap menampung imigran dengan syarat proses penampungan dan repatriasi diselesaikan dunia internasional dalam waktu setahun.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mendesak PBB dan warga dunia menekan Myanmar agar memberikan hak kewarganegaraan bagi etnik Rohingya. "Desakan tidak sebatas pernyataan, harus ada langkah konkret," ungkap Din dalam diskusi publik bertajuk Nestapa Kemanusiaan, Save Rohingya di Gedung Muhammadiyah Jakarta. Sebanyak 433 warga Rohingya dan Bangladesh yang ditampung di lokasi eks area pabrik di Birem Bayeum, Aceh Timur, masih kekurangan logistik. Menurut seorang relawan, Aminin, "Warga hanya membuka dapur umum dan membeli nasi bungkus."



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.