Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Venezuela Nicolas Maduro, Jumat (11/9), mengumumkan seorang mata-mata Amerika Serikat (AS) telah ditangkap di dekat sebuah kilang minyak. Mata-mata itu dituding berusaha meledakkan kilang minyak tersebut.
"Kemarin, kami menangkap seorang mata-mata AS yang melakukan kegiatan spionase di dekat kilang minyak Amuay dan Cardon di Negara Bagian Falcon," ujar Maduro.
Menurut Maduro, mata-mata itu adalah seorang marinir yang bertigas di markas CIA dan Irak. Dia ditangkap bersama sejumlah persenjataan berat dan uang dalam jumlah besar.
Baca juga: Pemerintah Afghanistan-Taliban Mulai Pembicaraan Damai Bersejarah
Penangkapan itu terjadi setelah otoritas Venezuela, Rabu (9/9), menemukan dan menjinakan bom di kilang mintak El Palito yang berada di dekat Caracas.
Bulan lalu, dua mantan prajurit AS, Luke Alexander Denman dan Airan Berry, divonis 20 tahun penjara di Venezuela atas dakwaan terorisme. (AFP/OL-1)
Trump mengeklaim bahwa pasukan AS akan menjadi sasaran empuk dalam kasus seperti itu, demikian klarifikasi surat kabar tersebut
Nielsen mengatakan keinginan Trump untuk memiliki atau mengendalikan Greenland telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga.
Rekaman video terbaru dari Minneapolis membuktikan agen ICE memberikan pernyataan palsu di bawah sumpah terkait penembakan dua imigran. Skandal ini mengguncang "Operation Metro Surge".
Presiden AS Donald Trump beri sinyal kuat bahwa Kuba akan jadi target berikutnya setelah Venezuela dan Iran. Simak pernyataan kontroversial Trump di Miami dan kondisi terkini Kuba.
Hakim Alvin Hellerstein pertimbangkan izin bagi Nicolas Maduro gunakan dana Venezuela untuk biaya hukum.
Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Türk melaporkan dugaan penyiksaan dan penahanan sewenang-wenang di Venezuela masih berlanjut di bawah kepemimpinan Delcy Rodríguez.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved