Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Pada Minggu (9/8) Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Turki telah menjadi negara ketiga yang mengembangkan vaksin covid-19 secara lokal setelah Amerika Serikat dan Tiongkok, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Covid-19 Turkey Platform yang didirikan oleh TUBITAK (Dewan Riset Ilmiah dan Teknologi Turki) saat ini sedang mengerjakan delapan vaksin berbeda dan 10 proyek pengobatan berbeda," kata Erdogan pada upacara pembukaan Pusat Keunggulan TUBITAK di provinsi barat laut Kocaeli.
"Berkolaborasi dengan sektor negeri dan swasta serta universitas, Turki telah membuat kemajuan signifikan dalam mengembangkan vaksin dan obat-obatan melawan covid-19," tambah Erdogan.
Baca juga: Banjir di Yunani, Tujuh Orang Tewas
Menurut data resmi terbaru, total kasus covid-19 di Turki mencapai 239.622 pada Sabtu. Jumlah kematian mencapai 195.829. (Xinhua/OL-14)
Jangan panik jika jadwal vaksin anak terlewat. Dokter spesialis anak jelaskan prosedur catch-up immunization atau imunisasi kejar untuk lindungi buah hati.
WHO merekomendasikan transisi dari vaksin influenza quadrivalent ke trivalent karena hilangnya virus B/Yamagata. Simak penjelasan medis dan dampaknya.
Vaksin influenza trivalen kembali menjadi standar global setelah WHO merekomendasikan penghapusan komponen garis keturunan B/Yamagata.
AI dan teknologi genomik mempercepat diagnosis penyakit langka. Inovasi ini membuka akses pengobatan lebih cepat bagi jutaan pasien di dunia.
Taiwan melaporkan capaian Gold Tier WHO dalam eliminasi hepatitis C dengan diagnosis 90,2% dan pengobatan 92,6%, mendekati target global 2030.
Indonesia pimpin suara Global South dalam negosiasi WHO Pandemic Agreement 2026. Cek latar belakang Uni Eropa dinilai hambat kesetaraan akses kesehatan global.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved