Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
STUDI terbaru menyatakan pria berkepala botak berisiko lebih tinggi terjangkit covid-19. Peneliti menemukan 79% pasein covid-19 pria yang terlibat dalam penelitian memiliki kepala botak.
Versi pracetak dari makalah Carlos Wambier, seorang peneliti di Brown University, mengaitkan androgen atau hormon pria sebagai gerbang bagi covid-19 memasuki sel tubuh.
"Pemahaman utama adalah aktivasi androgen berlebih-- hormon steroid yang mengontrol perkembangan karakteristik pria--secara intrinsik terkait dengan kerentanan pasien terhadap covid-19," papar Wambier dalam sesi tanya jawab dengan Futurity.
Baca juga: Data Diragukan, Studi Obat Antimalaria untuk Covid-19 Ditarik
“Ini karena langkah pertama masuknya virus ke dalam sel adalah sebuah “gigitan” dari enzim protease, yang berproduksi hanya dengan aksi hormon androgen. Infeksi covid-19 tampaknya dimediasi androgen tersebut,” imbuh Wambier.
Wambier melakukan dua penelitian di Spanyol, lokasi penemuan sebagian besar pria botak dirawat di rumah sakit akibat positif covid-19. Dalam studi pertama, dia mengamati 41 pasien covid-19 dan 71% memiliki kebotakan yang umum pada pria.
Dalam studi kedua, peneliti mengamati 175 kasus covid-19, sekitar 122 di antaranya merupakan laki-laki. Dari pasien pria tersebut, 79% memiliki frekuensi Androgenetic Alopecia (AGA), yakni bentuk umum dari kerontokan rambut.
Baca juga: WHO: Masker Bukan Solusi Utama Akhiri Pandemi
Makalah yang sudah dikutip beberapa media, masih dalam versi pracetak. Nantinya, Journal of American Academy of Dermatology menerbitkan makalah tersebut. Wambier mengakui ukuran sampel yang kecil dan kurangnya kelompok kontrol membatasi studi tersebut.
Sebelumnya, studi menyoroti pria yang terjangkit covid-19 memiliki risiko kematian lebih tinggi dari perempuan. Dalam kesimpulannya, Wambier menyarankan ilmuwan menamai faktor risiko sebagai "Gabrin sign". Itu mengacu Frank Gabrin, dokter pertama dari Amerika Serikat yang meninggal akibat covid-19 dan juga botak. (Al Arabiya/OL-11)
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved