Pasien Sembuh tidak Kebal Virus Korona

Nur Aivanni
27/4/2020 01:25
Pasien Sembuh tidak Kebal Virus Korona
(AFP)

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa tidak ada bukti yang menyatakan pasien yang sembuh dari virus korona
menjadi kebal dan tidak tertular lagi.

Peringatan itu datang ketika sejumlah negara mempelajari langkah-langkah seperti penerbitan ‘paspor imunitas’ bagi mereka yang telah pulih sebagai salah satu cara untuk membuat orang kembali bekerja, setelah berminggu-minggu perekonomian di negara tersebut ditutup akibat pandemi.

“Saat ini belum ada bukti bahwa orang yang telah pulih dari covid-19 memiliki antibodi terlindungi dari infeksi kedua,” kata badan kesehatan PBB itu dalam sebuah pernyataan.

Ia memperingatkan bahwa orang-orang semacam itu mungkin cenderung mengabaikan saran kesehatan masyarakat seperti terus mengenakan masker, dengan asumsi mereka tidak berbahaya bagi diri mereka atau orang lain.

Itu menjadi kekhawatiran ketika pengujian menjadi lebih luas, terutama pengujian untuk antibodi virus korona, yang kehadirannya menunjukkan seseorang yang sebelumnya  tertular virus dan sembuh.

“Jika saya sudah memiliki korona, saya tidak menular,” kata warga Berlin, Lothar Kopp, yang berharap dinyatakan positif untuk antibodi karena itu memungkinkannya untuk mengunjungi ibunya yang sudah lanjut usia. 

Total kasus di seluruh dunia naik menjadi 2,86 juta dan kematian meningkat melewati angka 200.000, dua kali lipat sejak 10 April, menurut penghitungan AFP. Eropa, wilayah yang paling terpukul, telah mencatat 122.171 kematian akibat virus korona. Amerika Serikat memiliki jumlah kematian tertinggi untuk satu negara dengan 53.070 kematian, diikuti Italia pada 26.384, Spanyol 22.902, Prancis 22.614, dan Inggris 20.319.

Sementara itu, jumlah kasus covid-19 di Singapura melampaui angka 13.000 pada kemarin, setelah 931 kasus lainnya dikonfirmasi pada siang hari. Sebagian besar kasus terakhir ialah pemegang izin kerja yang tinggal di asrama pekerja asing, kata Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) dalam rilis awal angka-angka tersebut. Dikutip dari Channel News Asia, kemarin, 15 kasus ialah warga Singapura atau penduduk tetap.


Siap berkantor

Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson, 55, yang sebelumnya sempat sakit akibat terinfeksi virus korona atau covid-19 akan kembali bekerja pada Senin (27/4) atau hari ini. Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Kantor PM Inggris, Sabtu (25/4).

Johnson telah dinyatakan sembuh dari virus korona dan sempat mendapat perawatan intensif selama tiga malam pada awal April 2020. Setelah dinyatakan pulih, Johnson menyampaikan terima kasih dan merasa berutang budi kepada para petugas medis di rumah sakit yang telah merawatnya.

Dari negara sekutunya, Amerika Serikat (AS), Presiden Donald Trump memberi pujian kepada Johnson. “Dia (Johnson) memang luar biasa,” ucap Trump saat mendengar kabar pulihnya Johnson, Kamis (23/4). “Dia sudah siap untuk bekerja.”

“Senang dengan Boris tua. Dia luar biasa,” puji Trump kepada PM Inggris yang sudah siap kembali bekerja setelah sembuh dari terpapar virus korona. (AFP/CNA/Hym/Dri/I-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya