Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan semua bukti yang ada sampai saat ini menunjukkan virus korona baru, yang telah menyebabkan pandemi yang di berbagai penjuru dunia, bersal dari hewan alami dan bukan virus yang dimanipulasi atau diciptakan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan hal itu dalam laporan situasi harian, Kamis (24/4).
"Banyak peneliti telah dapat menelaah fitur genom SARS-CoV-2 dan telah menemukan bukti tidak mendukung SARS-CoV-2 adalah hasil ciptaan laboratorium," kata pengawas kesehatan global.
Ia menekankan jika virus yang menyebabkan covid-19 itu yang dikonstruksi, urutan genomiknya akan menunjukkan campuran unsur-unsur yang diketahui, tetapi itu tidak ditemukan.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Swedia Meningkat Drastis
Virus korona baru, juga dikenal sebagai SARS-CoV-2, diidentifikasi pada awal Januari dan urutan genetiknya dibagikan secara publik pada 11-12 Januari, lapor kantor berita Xinhua mengutip WHO.
Menurut badan khusus PBB ini, urutan genetik lengkap dari virus korona baru dari kasus-kasus manusia purba dan urutan banyak virus lain yang diisolasi dari kasus manusia dari Tiongkok dan di seluruh dunia menunjukkan virus korona baru memiliki asal ekologis pada populasi kelelawar.
Meskipun inang hewan perantara belum diidentifikasi, WHO mengatakan, semua bukti yang tersedia menunjukkan virus korona baru memiliki sumber zoonosis.
Untuk lebih memahami sumber wabah di Tiongkok, sejumlah investigasi sedang dilakukan atau direncanakan. (Bernama/A-2)
Para ilmuan baru-baru ini telah menemukan virus corona baru pada kelelawar di Brasil yang memiliki kemiripan dengan virus MERS yang dikenal mematikan.
Hal itu meningkatkan kemungkinan bahwa virus tersebut suatu hari nanti dapat menyebar ke manusia, demikian yang dilaporkan para peneliti Tiongkok.
Pemberian berbagai bansos diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Saya beserta jajaran anggota DPRD DKI Jakarta turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulang ke Rahmatullah sahabat, rekan kerja kami Hj. Umi Kulsum."
Para peneliti melengkapi setiap relawan dengan pelacak kontak untuk merekam rute mereka di arena dan melacak jalur aerosol, partikel kecil yang dapat membawa virus.
Mensos Juliari berharap bantuan ini berdampak signifikan terhadap perputaran perekonomian lokal.
Jangan panik jika jadwal vaksin anak terlewat. Dokter spesialis anak jelaskan prosedur catch-up immunization atau imunisasi kejar untuk lindungi buah hati.
WHO merekomendasikan transisi dari vaksin influenza quadrivalent ke trivalent karena hilangnya virus B/Yamagata. Simak penjelasan medis dan dampaknya.
Vaksin influenza trivalen kembali menjadi standar global setelah WHO merekomendasikan penghapusan komponen garis keturunan B/Yamagata.
AI dan teknologi genomik mempercepat diagnosis penyakit langka. Inovasi ini membuka akses pengobatan lebih cepat bagi jutaan pasien di dunia.
Taiwan melaporkan capaian Gold Tier WHO dalam eliminasi hepatitis C dengan diagnosis 90,2% dan pengobatan 92,6%, mendekati target global 2030.
Indonesia pimpin suara Global South dalam negosiasi WHO Pandemic Agreement 2026. Cek latar belakang Uni Eropa dinilai hambat kesetaraan akses kesehatan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved