AS Hentikan Sementara Imigrasi

Nur Aivanni
22/4/2020 01:25
AS Hentikan Sementara Imigrasi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump(AFP)

PRESIDEN AS Donald Trump menangguhkan sementara imigrasi ke Amerika Serikat. Dia juga meminta warga Amerika melanjutkan menjaga jarak sosial untuk mengekang penyebaran covid-19 (virus korona). 

‘Mengingat serangan dari musuh yang tak terlihat serta kebutuhan untuk melindungi pekerjaan warga Amerika, saya akan menandatangani perintah eksekutif untuk menangguhkan sementara imigrasi ke A merika Serikat’, cicit Trump dalam akun Twitter-nya, kemarin.

Amerika Serikat ialah negara yang paling terpukul akibat pandemi covid-19 dengan 784.000 kasus yang dikonfi rmasi dan 42.094 kematian. Trump berharap setiap gubernur negara bagian memiliki sumber daya yang diperlukan untuk meningkatkan pengujian virus korona.

Sementara itu, muncul sejumlah unjuk rasa yang menuntut diakhirinya penguncian  wilayah. Dalam beberapa hari terakhir, Trump berselisih dengan beberapa gubernur negara bagian terkait dengan pencabutan lockdown. Trump ingin perekonomian AS segera berjalan lagi setelah penutupan selama menangani virus korona yang menyebabkan jutaan orang Amerika menganggur.

Di sisi lain, penasihat Gedung Putih, Peter Navarro, telah menuduh Tiongkok menyembunyikan data sebenarnya tentang infeksi virus korona karena ingin memenangi perlombaan komersial dalam pembuatan vaksin. Amerika Serikat telah berulang kali meminta Beijing untuk berbagi data awal mengenai wabah yang pertama kali muncul di Tiongkok.

“Salah satu alasan mengapa mereka mungkin tidak membiarkan kami masuk dan memberi kami data tentang virus ini lebih awal ialah mereka berlomba untuk mendapatkan vaksin dan mereka berpikir ini hanya perlombaan bisnis yang kompetitif,” kata Navarro.

Saat ini tidak ada perawatan atau vaksin yang diizinkan untuk covid-19, yang telah menewaskan lebih dari 165.854 orang di seluruh dunia, dengan lebih dari 2,41 juta orang terinfeksi.


Eropa mulai normal

Beberapa negara Eropa kemarin mengambil langkah awal untuk kembali ke kehidupan normal. Di Jerman, beberapa toko dibuka kembali, dari toko buku, toko bunga, toko pakaian, hingga toko sepeda dan mobil, yang berukuran kurang dari 800 meter persegi diizinkan untuk beroperasi.

Di Berlin, beberapa sekolah mengizinkan siswa tahun terakhir untuk mengikuti ujian. Murid-murid datang dengan mengenakan masker. Kendati demikian, Kanselir Jerman Angela Merkel memperingatkan mengenai kemungkinan gelombang kedua infeksi virus korona jika tindakan penguncian wilayah atau lockdown dicabut terlalu cepat.

Ia meminta warga untuk tetap bersiaga dan mengatakan akan memalukan jika negara yang dipuji karena penanganan krisisnya yang cekatan itu jatuh kembali dalam pandemi. Di Eropa, tren yang ada sekarang menuju beberapa bentuk normalisasi. Di Polandia, taman dan hutan kembali normal, sementara di Republik Ceko pasar terbuka diizinkan untuk mulai kembali beroperasi sebagai bagian dari strategi untuk pencabutan pembatasan secara bertahap.

Sebelumnya, Austria juga telah membuka kembali beberapa toko. Negara tersebut berencana untuk membuka kembali museum dan perpustakaan pada pertengahan Mei. (The Guardian/CNA/Hym/X-11)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya