AS Diminta Berhenti Politisasi Wabah Covid-19

MI
19/4/2020 06:45
AS Diminta Berhenti Politisasi Wabah Covid-19
Presiden Amerika Serikat Donald Trump(AFP)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump, yang dituduh bereaksi terlalu lambat terhadap ancaman virus korona, menuduh bahwa jumlah korban di Beijing masih tidak benar.

‘Jauh lebih tinggi dari itu dan jauh lebih tinggi dari AS, bahkan tidak dekat!’ cicit Trump dalam akun Twitter-nya, kemarin. Para pemimpin di Prancis dan Inggris juga mempertanyakan manajemen krisis di Tiongkok. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa ‘naif’ jika berpikir Beijing telah menangani pandemi dengan baik.

Beijing pun membalas serangan tersebut dan bersikeras bahwa tidak ada yang ditutuptutupi. “Tidak pernah ada yang ditutupi dan kami tidak akan pernah membiarkan hal itu,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian, kemarin.

AS harus berhenti memolitisasi wabah virus korona dan fokus untuk mengalahkan virus itu serta meningkatkan ekonominya. Zhao mengatakan, Tiongkok telah mengambil langkah-langkah pencegahan dan pengendalian yang paling komprehensif, teliti, dan cermat secara terbuka, transparan, dan bertanggung jawab sejak wabah covid-19 dan telah secara aktif mendorong kerja sama internasional dalam mengendalikan pandemi.

Zhao mengatakan bahwa komunitas internasional hanya bisa memenangi pertempuran melawan pandemi jika semua pihak berupaya bersama-sama.

“Kami meminta pihak AS untuk lebih fokus dalam mengalahkan virus dan meningkatkan ekonomi di awal,” katanya.

Meski demikian, lebih dari separuh orang di Inggris percaya Tiongkok bertanggung jawab atas penyebaran covid-19 yang cepat. Menurut survei yang dilakukan untuk tabloid Inggris, Daily Mail, oleh Redfield & Wilton, 56% publik Inggris menganggap Beijing bertanggung jawab atas penyebaran covid-19.

Jajak pendapat menunjukkan ada dukungan besar untuk larangan global pada pasar hewan ‘basah’ karena beberapa ilmuwan percaya virus itu berasal dari pasar seperti itu di Wuhan, Tiongkok.

Tiongkok pada Jumat (17/4) merevisi jumlah kematian di Wuhan, tempat kasus pertama muncul, menambahkan 50% lebih banyak kematian dari yang awalnya dilaporkan pejabat.

Kota itu menambahkan 1.290 kematian ke penghitungan resmi sehingga jumlah korban menjadi 3.869 jiwa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan banyak negara akan mengikuti Tiongkok dalam merevisi jumlah kematian di negara mereka setelah mereka mulai mengendalikan krisis covid-19. (AFP/BBC/Xinhua/SCMP/Nur/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya