Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah mata uang utama, jatuh hingga posisi terendah dalam dua minggu terakhir. Kondisi itu disebabkan kembalinya sentimen risiko ke pasar, menyusul data ekonomi Tiongkok yang lebih baik dari perkiraan.
Kinerja ekspor Tiongkok periode Maret turun 6,6% dari setahun sebelumnya. Namun, capain itu lebih baik dibandingkan proyeksi penurunan hingga 14%. Di lain sisi, kinerja impor turun kurang dari 1% dan berbeda jauh dari prediksi kalangan ekonomi, yakni turun 9,5%.
Baca juga: The Fed Luncurkan Langkah Agresif, Dolar AS Melemah
“Dolar AS telah mempertahankan bias pelemahan moderat di tengah konteks posisi risk-on (pengambilan risiko). Pasar global kembali berpartisipasi penuh, setelah libur akhir pekan panjang di pusat keuangan Eropa dan Asia-Pasifik," bunyi analisis dari Action Economics.
Leih lanjut, analis itu mengatakan data perdagangan Tiongkok per Maret mendorong bullish untuk pasar saham Asia. Dalam hal ini, dengan menunjukkan perbaikan pada kinerja impor dan ekspor, setelah kejatuhan yang parah sepanjang Januari-Februari.
Sejumlah negara berencana membuka kembali pintu ekonomi mereka. Sehingga, mendorong investor untuk meninggalkan jaring pengaman dari dolar yang sangat likuid dan beralih ke mata uang lain.
Baca juga: Kasus Meninggal akibat Covid-19 di AS Lampaui 20 Ribu
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, terpantau melemah 0,50% menjadi 98,90. Euro menguat 0,62% terhadap greenback menjadi 1,0981 dolar. Selain itu, pergerakan dolar juga melemah 0,52% terhadap yen Jepang menjadi 107,2 yen.
"Peningkatan yang berlangsung dalam sentimen risiko investor global. Itu dalam waktu dekat dikombinasikan dengan respons kebijakan agresif The Fed, yang mulai lebih membebani dolar AS," tutur Lee Hardman, analis mata uang dari MUFG.
Pekan lalu, The Fed meluncurkan stimulus US$ 2,3 triliun untuk mendukung pemerintah daerah, serta sektor usaha kecil dan menengah demi menjaga perekonomian AS agar tetap utuh di tengah pandemi covid-19.(Ant/OL-11)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved