Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI tukar dolar Amerika Serikat (AS) anjlok terhadap sejumlah mata uang global pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat. Hal itu disebabkan tingginya angka pengangguran di Negeri Paman Sam, berikut langkah terbaru The Fed untuk mendukung perekonomian di tengah pandemi virus korona (covid-19).
Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya merosot 0,49% menjadi 99,6244 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, nilai tukar euro meningkat menjadi US$ 1,0923 dari US$ 1,0861 pada sesi sebelumnya.
Kemudian, nilai tukar pound sterling menguat menjadi US$ 1,2445 dari US$ 1,2392 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia juga naik menjadi US$ 0,6318 dari US$ 0,6235.
Baca juga: The Fed Luncurkan Langkah Agresif, Dolar AS Melemah
Terhadap mata uang Jepang, dolar AS dibeli 108,48 yen, lebih rendah dari 108,81 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9668 franc dari 0,9712 franc. Berikut, melemah menjadi 1,4020 dolar Kanada dari 1,4039 dolar Kanada.
Pekan lalu, data klaim pengangguran awal di AS mencapai 6,6 juta orang di tengah pelemahan ekonomi akibat pandemi covid-19. Menyusul data mengejutkan yang serupa pada pekan sebelumnya. Data itu dirilis Biro Statistik Tenaga Kerja AS.
Pada Kamis (9/4), The Fed mengumumkan langkah tambahan untuk menyediakan US$ hingga 2,3 triliun dalam bentuk pinjaman guna mendukung perekonomian.
Baca juga: Trump: Amerika Serikat Darurat Nasional Virus Korona
"Pendanaan ini akan membantu rumah tangga dan pengusaha dari semua ukuran. Serta meningkatkan kemampuan pemerintah negara bagian dan pemerintah daerah untuk memberikan layanan penting selama pandemi," bunyi keterangan Bank Sentral AS.
The Fed akan terus menggunakan semua alat yang tersedia sampai ekonomi AS perlahan pulih dari kerugian yang disebabkan pandemi covid-19. Gubernur The Fed, Jerome Powell, mengakui sejumlah batas kekuatan yang dimiliki bank sentral.
“Upaya berani The Fed membantu mengimbangi berita yang lebih mengerikan di pasar kerja. Bahwa tindakan tegas The Fed menggarisbawahi kekuatan yang tidak terbatas. Hal itu akan menjaga ketenangan pasar keuangan," tutur Joe Manimbo, analis pasar senior dari Western Union.(Ant/OL-11)
Federal Reserve resmi menahan suku bunga di level 3,5%-3,75%. Jerome Powell soroti dampak ketidakpastian perang terhadap inflasi dan tegaskan tak akan mundur.
IHSG dibuka melemah 0,32% ke level 7.338 pada Jumat (13/3/2026). Konflik AS-Iran picu lonjakan harga minyak dan ekspektasi hawkish The Fed.
Putusan Mahkamah Agung AS terkait tarif Donald Trump menjadi sentimen positif bagi IHSG. Pasar juga mencermati data PDB AS, inflasi PCE, dan arah suku bunga The Fed.
Prediksi harga emas Sabtu 14 Februari 2026 diperkirakan stabil hingga menguat terbatas, dipengaruhi harga emas dunia dan nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
HARGA bitcoin kembali mengalami pelemahan di bawah US$90.000 setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%.
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved