Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri, Retno Marsudi, mengatakan bahwa setidaknya 907 orang WNI jamaah tabligh masih berada di luar negeri. Sebagian besar berada di India.
Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri, ada 62 kelompok jamaah WNI di India. Seluruhnya tersebar di 12 negara bagian.
"Yang ada di data Kemenlu terdapat 907 WNI Jamaah Tabligh. Kami yakin jumlahnya pasti lebih banyak dari jumlah yang ada di data kami," ujar Retno, dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR secara virtual, Selasa, (7/4).
Baca juga: Ada 1.456 WNI Ikuti Tabligh Akbar di Luar Negeri
Retno mengatakan, Kemenlu terus melakukan komunikasi dengan pihak India dan negara lain yang terdapat jamaah tabligh atau WNI lainnya. Komunikasi dengan perwakilan Indonesia di luar negeri juga terus dilakukan.
"Kami juga tekah melakukan komunikasi dengan menteri luar negeri India untuk menyampaikan menitipkan WNI dari jemaah tablig ini untuk keselamatan dan kesehatan mereka," ujar Retno.
Sebelumnya, dalam kesempatan terpsah, Retno mengatakan jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang mengikuti kegiatan jemaah tabligh di luar negeri berjumlah 1.456. Dari jumlah tersebut, sebanyak 731 orang berada di India. Sementara itu, ada juga jemaah tabligh Indonesia yang berada di Malaysia. Mereka mengikuti kegiatan tabligh akbar di Masjid Jamek Sri Petaling, Kuala Lumpur, akhir Februari lalu.
Kegiatan tersebut dilaporkan menjadi penyumbang pasien positif Covid-19 di Malaysia. Ada WNI juga yang diketahui menjadi pasien Covid-19 di Negeri Jiran itu.
Meski demikian, belum ada keterangan resmi jumlah WNI jemaah tabligh yang terjangkit Covid-19. Namun, data dari Kementerian Luar Negeri RI, sebanyak 34 WNI terjangkit Covid-19 di Malaysia. (OL-4)
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved