Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
FAJAR dan istrinya, Lingling, adalah keluarga warga negara Indonesia yang berdomisili di Kota Baku, Azerbaijan, menyadari susahnya kehidupan perantau. Apalagi bagi para mahasiswa perantau di saat pandemi virus korona (covid-19) menyerang dunia.
Sehingga, mereka pun membagikan surat cinta kepada sejumlah mahasiswa yang sedang menimba ilmu di kawasan itu.
"Teruntuk adik-adik mahasiswa, mahasiswi... Semoga yang sedikit ini bisa memberi manfaat bagi semuanya. Bersama-sama kita saling menguatkan dan berdoa pada Allah. Semoga Allah menjaga kita semua. Semoga Allah mengangkat musibah ini dari muka bumi. Tetap sabar dan tawakal ya! Stay safe and stay healthy. Salam The Wibowo's," petikan surat tersebut seperti yang diterima Media Indonesia, Rabu (1/4).
Surat cinta itu dimasukkan ke dalam amplop dengan sejumlah uang. "Mohon maaf tidak seberapa. Tapi kami harap yang sedikit itu bisa bermanfaat bagi teman-teman semua," ungkap Fajar.
Fajar paham betul dan tahu apa yang dirasakan mahasiswa saat ini. Kesulitan dan kecemasan. Mereka terdampak penutupan atau pembatasan wilayah akibat penyebaran covid-19.
Dia dan keluarga berharap apa yang dilakukannya itu mampu untuk menghibur dan menjadi pelipur lara. Semoga juga menjadi bahan bakar bagi mahasiswa untuk terus semangat dan tidak putus asa dalam menghadapi situasi saat ini.
"Ini murni tanda kasih dari kami pribadi. Karena kami tahu bagaimana rasanya hidup jauh di rantau, apalagi kondisi sedang seperti ini," tuturnya.
Baca juga: Curhat Mahasiswa Asal Bogor di Azerbaijan di Kala Pandemi Korona
Bagi mahasiswa, bantuan berupa donasi uang itu diibaratkan tetesan asa untuk menyambung hidup. Karena diakui mereka kondisi dimana mereka tinggal, di Baku tepatnya, sangat sulit.
"Ternyata, dalam situasi sulit di Azerbaijan, ada sosok The Wibowo's Family (mba Lingling dan pak Fajar) merasa peduli membantu mahasiswa untuk bertahan di masa karantina," tutur seorang mahasiswi yang punya nama panggilan Vreng, kepada Media Indonesia, Rabu (1/4) sekitar pukul 03.00 WIB atau sekitar pukul 00.00 waktu Azerbaijan.
Dia mengucap syukur karena dengan bantuan dari The Wibowo's Family. Karena, dia merasa tidak sendiri dalam menempuh hidup merantau. Merasakan ada keluarga yang menguatkan secara moril. Pun demikian secara materi, dirinya dan teman-temannya terbantu. Dari tanda kasih itu.
"Bersyukur ada sosok pribadi yang tau kesulitan mahasiswa. Untuk satu minggu bisa saya pas-pasin untuk makan. Alhamdulillah," ungkapnya. (X-15)
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved