Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI hari keempat lawatan ke Tiongkok, Sabtu (27/4), Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla dijadwalkan menghadiri sejumlah event.
Di antaranya Penyambutan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kedua Belt and Road Forum (BRF II) di International Convention Center (ICC), Yonqi Lake, Beijing.
Acara Penyambutan ini dimulai pukul.10.00 waktu setempat di Han Qua Square ICC sementara Wapres tiba di ICC, Yonqi Lake pukul 09.10 setelah menempuh perjalanan darat 62 KM.
Baca juga: Wapres Salat Jumat di Masjid yang Dulunya Kuil
Setelah itu, Wapres mengikuti Leaders Round Table yang terbagi dalam 3 sesi di Ji Xian Hall, ICC, kecuali sesi 2 yang disatukan dengan santap siang bersama di Hai Yan Hall, Yonqi Hotel. Sebelum masuk pada sesi 2, Wapres juga mengikuti sesi foto di tempat acara penyambutan.
Menutup rangkaian kegiatan lawatannya, Wapres menyampaikan pandangan dan masukan Indonesia pada BRF II Leaders Round Table di sesi 3.
Usai acara, Wapres beranjak ke Bandara Internasional Ibu Kota Bejing untuk kembali ke Tanah Air yang di perkirakan tiba di Halim Perdanakusuma Minggu, (28/4) pukul 00.00 WIB. (OL-2)
Menurut dia, figur-figur yang ingin menjadi calon presiden atau wakil presiden juga harus masuk terlebih dahulu sebagai kader partai politik.
KEPALA Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono menyebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bisa mulai berkantor di IKN, Kalimantan Timur, pada tahun ini.
STAF Khusus Wakil Presiden (Stafsus Wapres) Gibran Rakabuming Raka, Tina Talisa mengunjungi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi di Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (25/3/2026).
Didampingi putranya, Jan Ethes, Wapres tiba di Masjid Istiglal pada pukul 06.47 WIB.
WAKIL Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming memimpin rapat koordinasi penanganan banjir di Tuban, Jawa Timur, Jumat (6/3) dan menyoroti jalan penghubung Ngino-Sambongrejo yang rusak
WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka menyoroti lemahnya kemampuan negara mengembalikan aset hasil korupsi, meski kerugian negara terus membengkak hingga ratusan triliun rupiah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved