Aksi para Bandit Asuransi itu Akhirnya Terbongkar

(AFP/Tesa Oktiana Surbakti/I-2)
11/4/2019 09:20
Aksi para Bandit Asuransi itu Akhirnya Terbongkar
Pasien antre menerima bantuan di Klinik Medis Jarak Jauh (RAM) di Knoxville, Tennessee, AS, pekan lalu(AFP/SPENCER PLATT)

Fantastis. Kasus penipuan di bidang kesehatan dan asuransi di Amerika Serikat (AS) telah menyebabkan kerugian besar, yaitu lebih dari US$1 miliar atau sekitar Rp14,2 triliun.

Kasus itu pun tercatat sebagai yang terbesar dalam sejarah 'Negara Adidaya' itu. Korbannya ialah ratusan ribu pasien yang tengah berjuang untuk kesehatan mereka.

Selasa (9/4), tim penyelidik AS membeberkan kepada publik dan mengumumkan dakwaan terhadap 24 orang pelaku. Pola kejahatan yang dituduhkan kepada mereka mencakup pengadaan pergelangan tangan, lutut, dan kawat gigi untuk pasien lanjut usia dan pasien difabel.

Dalam sistem asuransi publik Medicare di AS, beberapa aspek itu masuk ke sistem asuransi. Para pelaku menggunakan sejumlah pasien untuk memuluskan aksi mereka.

Pasien-pasien itu dirayu melalui jaringan pemasaran jarak jauh skala internasional yang melibatkan pusat panggilan di Filipina dan Amerika Latin.

Tidak hanya itu, terdakwa juga diduga membayar dokter untuk membuat resep terkait kawat gigi tanpa bertemu pasien.

Modus operandi itu diungkapkan Departemen Kehakiman AS. "Hasil dari skema penipuan itu diduga telah melalui proses pencucian yang melibatkan perusahaan cangkang internasional. Dana itu digunakan untuk membeli mobil mewah, kapal pesiar, dan properti mewah di AS dan luar negeri," bunyi keterangan Departemen Kehakiman AS.

Alhasil, Medicare memperoleh tagihan klaim hingga US$1,7 miliar. Atas perbuatan para pelaku, mereka dijerat dengan dakwaan operasi kejahatan multi-negara.

Mereka yang dituding sebagai pelaku ialah para petinggi perusahaan dan eksekutif lainnya. Selain itu, perusahaan telemedis, pemilik lusinan perusahaan peralatan medis, dan perkumpulan dokter juga ikut terjerat.

Lintas negara

Terkait kerugian yang ditimbulkan, Departemen Kehakiman AS membeberkan skema kejahatan lintas negara itu menyebabkan kerugian lebih dari US$1,2 miliar. Sejauh ini sejumlah sanksi administratif telah dijatuhkan kepada 130 pemasok peralatan ortopedi.

"Kasus ini merupakan salah satu skema penipuan kesehatan terbesar dalam sejarah AS," tukas asisten direktur FBI, Robert Johnson, yang terlibat dalam penyelidikan.

Terpisah, ahli hukum AS, Sherri Lydon, menilai kejahatan kerah putih dipastikan memakan korban. "Semua pembayar pajak akan menanggung kenaikan biaya premi jaminan kesehatan. Berikut, biaya tambahan sebagai akibat penipuan dalam sistem Medicare," ujar Lydon.

Sebagai informasi, sistem Medicare dibentuk pada 1960 dengan tujuan untuk menyediakan asuransi kesehatan bagi warga AS lanjut usia. Dalam perjalannya, sistem itu diperluas hingga menyasar veteran miskin, kalangan difabel, anak-anak, dan militer.

Jumlah penerima layanan tercatat sebanyak 112 juta orang. Akan tetapi, sistem itu mulai disalahgunakan. Kelompok penipu Medicare, yang terbentuk pada 2007, telah mengeluarkan tagihan lebih dari US$14 miliar yang mencakup 4.000 orang. (AFP/Tesa Oktiana Surbakti/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya