Kasus Penipuan Kesehatan di AS Timbulkan Kerugian Fantastis

Tesa Oktiana Surbakti
10/4/2019 20:10
Kasus Penipuan Kesehatan di AS Timbulkan Kerugian Fantastis
Ilustrasi(AFP)

SALAH satu penipuan kesehatan terbesar dalam sejarah Amerika Serikat (AS), menimbulkan kerugian lebih dari US$ 1 miliar. Kasus penipuan menyasar ratusan ribu pasien.

Pada Selasa waktu setempat, tim penyelidik AS mengumumkan dakwaan terhadap 24 orang pelaku. Pola kejahatan yang dituduhkan mencakup pengadaan pergelangan tangan, lutut dan kawat gigi untuk pasien lanjut usia, maupun pasien difabel. Meski tidak membutuhkan, namun beberapa aspek tersebut masuk dalam sistem asuransi publik Medicare.

Baca juga: Pemimpin Uni Eropa Diyakini Setuju Penundaan Brexit

Sejumlah pasien menjadi korban rayuan jaringan pemasaran jarak jauh skala internasional, yang melibatkan pusat panggilan di Filipina dan Amerika Latin. Hal itu diungkapkan Departemen Kehakiman AS. Para terdakwa diduga membayar dokter untuk membuat resep terkait kawat gigi, tanpa bertemu pasien.

"Hasil dari skema penipuan itu diduga telah melalui proses pencucian yang melibatkan perusahaan cangkang internasional. Dana tersebut digunakan untuk membeli mobil mewah, kapal pesiar dan properti mewah di AS dan luar negeri," bunyi keterangan Departemen Kehakiman AS.

Medicare memperoleh tagihan melalui klaim hingga US$ 1,7 miliar. Para pelaku didakwa kasus operasi multi-negara, termasuk para petinggi perusahaan dan eksekutif lainnya. Berikut perusahaan telemedis, pemilik lusinan perusahaan peralatan medis dan perkumpulan dokter.

Lebih lanjut, Departemen Kehahikam AS menyatakan skema kejahatan menyebabkan kerugian lebih dari US$ 1,2 miliar. Sejumlah sanksi administratif telah dijatuhkan kepada 130 pemasok peralatan ortopedi.

"Kasus ini merupakan salah satu skema penipuan kesehatan terbesar dalam sejarah AS," tukas asisten direktur FBI, Robert Johnson, yang terlibat dalam penyelidikan.

Ahli hukum AS, Sherri Lydon, menilai kejahatan kerah putih dipastikan memakan korban. "Semua pembayar pajak akan menanggung kenaikan biaya premi jaminan kesehatan. Berikut, biaya tambahan sebagai akibat penipuan dalam sistem Medicare," ujar Lydon.

Baca juga: Puluhan Ribu Warga Australia Tuntut Upah Lebih Layak

Sistem Medicare dibentuk pada 1960, dengan tujuan menyediakan asuransi kesehatan bagi warga AS lanjut usia. Dalam perjalannya, sistem tersebut diperluas hingga menyasar veteran miskin, kalangan difabel, anak-anak dan militer. Jumlah penerima layanan tercatat 112 juta orang.

Akan tetapi, sistem tersebut mulai disalahgunakan. Kelompok penipu Medicare yang terbentuk pada 2007, telah mengeluarkan tagihan lebih dari US$ 14 miliar yang mencakup 4.000 orang. (AFP/OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya