Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA menyatakan pasukan militernya aka tetap bersiaga di Venezuela sepanjang diperlukan. Mereka menolak permintaan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, agar Rusia memindahkan pasukan militer dari negara yang sedang dilanda krisis berkepanjangan itu.
Penempatan pasukan dan peralatan militer Rusia sejak akhir pekan lalu, bertujuan mendukung Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Langkah itu meningkatkan ketegangan internasional, mengingat pemerintahan Trump mendorong perubahan rezim di Venezuela.
Pada Kamis waktu setempat, Kementerian Luar Negeri Rusia menekankan keberadaan pasukan militernya di Venezuela tidak menimbulkan ancaman bagi siapapun.
Baca juga : Pemadaman Listrik Kembali Landa Venezeula
"Mereka (pasukan militer Rusia) terlibat dalam implementasi perjanjian bidang kerja sama militer. Mereka tetap berada di Venezuela selama diperlukan," ujar juru bicara kementerian, Maria Zakharova, kepada wartawan.
"Rusia tidak mengubah mengubah keseimbangan di negara itu. Rusia juga tidak mengancam siapapun, seperti yang dilakukan Washington," imbuhnya.
Pernyataan Zakharova merujuk komentar Trump bahwa Rusia harus keluar dari Venezulea. Berikut pernyataan dari Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang menekankan Washington tidak berencana untuk bernegosiasi dengan Maduro, serta ingin mengakhiri pengaruh Rusia dan Kuba di Caracas.
Lebih dari 50 negara termasuk AS, mengakui pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido sebagai presiden interim. Sementara itu, Rusia dan Tiongkok mendukung kepemimpinan Maduro.
Adapun Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menuding AS berupaya mengatur kudeta di negara penghasil minyak.
Atase militer Venezuela di Moskow juga menjelaskan kehadiran pasukan militer Rusia di Venezuela, mengacu kesepakatan kerja sama militer dan teknis. Mereka menegaskan tidak ada operasi militer.
Pada Sabtu kemarin, sebuah pesawat angkatan udara Rusia Antonov-124, serta Ilyushin Il-62 yang lebih kecil, mendarat di bandara utama di luar kota Caracas. Pesawat tersebut menurunkan sekitar 100 pasukan militer dan berton-ton peralatan.(AFP/OL-8)
Trump mengeklaim bahwa pasukan AS akan menjadi sasaran empuk dalam kasus seperti itu, demikian klarifikasi surat kabar tersebut
Nielsen mengatakan keinginan Trump untuk memiliki atau mengendalikan Greenland telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga.
Rekaman video terbaru dari Minneapolis membuktikan agen ICE memberikan pernyataan palsu di bawah sumpah terkait penembakan dua imigran. Skandal ini mengguncang "Operation Metro Surge".
Presiden AS Donald Trump beri sinyal kuat bahwa Kuba akan jadi target berikutnya setelah Venezuela dan Iran. Simak pernyataan kontroversial Trump di Miami dan kondisi terkini Kuba.
Hakim Alvin Hellerstein pertimbangkan izin bagi Nicolas Maduro gunakan dana Venezuela untuk biaya hukum.
Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Türk melaporkan dugaan penyiksaan dan penahanan sewenang-wenang di Venezuela masih berlanjut di bawah kepemimpinan Delcy Rodríguez.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved