Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT Solo benar benar disuguhi berbagai tarian klasik dan kontemporer yang luar biasa, dalam pertunjukkan non stop 24 jam menari yang digelar Institut Seni Indonesia ( ISI ) Surakarta, dalam rangka merayakan dua dekade Hari Tari Dunia, Rabu hingga Kamis besok (29 -30/4/2026).
Prosesi menari 24 jam dibuka dengan pengalungan ronce melati kepada sembilan penari yang akan tampil tanpa henti dari Rabu pagi hingga Kamis besok. Para penari diarak dari Pendhapa Ageng GPH Djojokusumo ISI Surakarta menuju Pendhapa Humardani, untuk selanjutnya dimulailah gerak tari nan indah dan estetik itu.
"Gelaran seni tari untuk momentum 20 tahun peringatan Hari Tari Dunia ini bukan sekadar rutinitas. Tetapi telah membentuk komitmen dalam merawat dan mengembangkan seni tari sebagai praktik sosial budaya," seru Rektor ISI Surakarta, Bondet Wrahatnala saat membuka pergerlaran tari 24 jam non stop.
Panitia tari 24 Jam ISI Surakarta swngaja mengusung tema Tanpa Batas Menembus Medan Budaya, yang merepresentasikan upaya menghapus sekat antara tradisi dan modernitas, lokal dan global, hingga konvensional dan eksperimental.
" Tari bukan hanya ekspresi estetis, tetapi juga praktik sosial yang memproduksi makna dan menjadi medium komunikasi lintas batas,” tukas Bondet.
Kementerian Kebudayaan lewat pejabatnya, Syukur Asih Suprojo menilai tema menari 24 jam itu terasa sangat relevan dengan kondisi saat ini, ketika batas-batas budaya semakin cair.
"Seni tari memiliki kekuatan untuk menyatukan sekaligus merespons dinamika zaman," lugas Asih sembari menegaskan, bahwa gelaran tari itu menjadi bagian program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Bidang Seni Budaya Kemnbud.
Dia menegasi ajang 24 Jam Menari menjadi medium penting dalam proses pembibitan hingga rekognisi talenta seni ke tingkat internasional. Generasi muda diajak mencintai, memiliki, dan melestarikan seni budaya Nusantara.
Ribuan masyarakat yang tumpah ruah di sejumlah panggung, bensr benar disuguhi aneka tarian, dari yang klasik atau tradisi, kontemporer atau modernitas, lokal dan global, hingga konvensional dan eksperimental.
"Sungguh hari ini menjadi berkah mata dan batin, bisa menikmati berbagai keindahan dan estetis ragan tari dari berbagai wilayah Nusantara dan juga dari peserta luar negeri yang membawakan tarian dari negeri mereka," kata Banu Sastro, seorang pemilik sanggar tari dari Sragen dari pinggir pelataran ISI Surakarta.
Banyak penonton pun berdecak kagum, dari suguhan tari 9 penari yang melenggak lenggok penuh makna hidup dalam seni yang mereka kreasi sedemikian rupa. Belum lagi tarian tarian lain dari Nusantara yang dibawakan ratusan penari berbagai daerah. (H-2)
Kota Solo akan kembali menggelar event seni dan budaya tahunan, Solo Menari, pada 29 April 2025 mendatang.
Acara Solo Menari yang bertepatan dengan hari Tari Sedunia tentunya akan kembali meningkatkan dan menggairahkan perekonomian serta seni budaya
Belum ada kebijakan yang berbasis profesional untuk seniman tari.
Palegongan karya maestro Bulantrisna Djelantik tentang kisah terbakarnya (dahana) Batara Smara oleh api Batara Siwa ini dipertunjukkan perdana oleh Bengkel Tari AyuBulan pada 1997.
Pemkot Denpasar terus memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaran Naluriku Menari di tahun kedua ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved