Kolaborasi Jadi Kunci Lahirnya Maestro Seni Ukir Kelas Dunia

Ficky Ramadhan
29/4/2026 19:15
Kolaborasi Jadi Kunci Lahirnya Maestro Seni Ukir Kelas Dunia
Kurator seni, Suwarno Wisetrotomo(Tangkapan layar YouTube.)

UPAYA menciptakan maestro seni ukir kelas dunia tidak bisa lagi bergantung pada proses alamiah semata. Dibutuhkan keterlibatan aktif berbagai pihak, mulai dari negara, komunitas seni, hingga sektor swasta, untuk menghadirkan sosok-sosok unggul yang mampu menjadi teladan dan representasi budaya Indonesia di tingkat global.

Kurator seni, Suwarno Wisetrotomo menegaskan bahwa seorang maestro bukan sekadar seniman dengan keterampilan tinggi, melainkan individu yang telah mencapai tahap pengabdian total terhadap profesinya. Ia menyebut, maestro berada pada level spiritual dan dedikasi yang tinggi.

"Saya berpandangan maestro itu berada pada level, kira-kira kalau mau meminjam istilah teman-teman di Bali, seseorang yang sudah pada level bhakti yoga, menyerahkan dirinya sepenuhnya pada pilihan profesi, pilihan pekerjaannya, dengan segala laku-lakunya, dengan segala ruang estetiknya,” kata Suwarno dalam Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (29/4).

Menurutnya, capaian tersebut bukan sesuatu yang instan. Seorang maestro lahir dari proses panjang, melewati berbagai tahapan "pertapaan" kreatif hingga akhirnya memiliki jejaring yang kuat dan pengakuan luas.

"Pertanyaan paling mendasar adalah apakah seorang maestro dilahirkan atau lahir dari rahim yang tidak kita duga-duga. Dalam konteks seni hari ini, maestro menurut saya adalah pilihan jalan seseorang, menuju titik bidiknya, tanpa dia pernah tahu bahwa apakah dia akan jadi maestro," ujarnya.

Namun demikian, Suwarno menilai bahwa dalam konteks kekinian, kelahiran maestro tidak bisa lagi sepenuhnya diserahkan pada proses organik seperti masa lalu. Ia menyoroti pentingnya dukungan sistemik dari berbagai pemangku kepentingan.

"Tetapi pihak-pihak pemangku kepentingan, dalam pandangan saya, penting mendorong lahirnya seorang maestro. Tanpa didorong maka berat jalan menuju ke maestroan itu," ucapnya.

Ia menegaskan, perubahan zaman menuntut pendekatan baru dalam melahirkan maestro. Negara, lembaga kebudayaan, hingga pihak swasta perlu berperan aktif dalam mengidentifikasi, membina, dan mempromosikan seniman potensial.

"Dalam pandangan saya, maestro hari ini memerlukan keterlibatan banyak pihak. Salah satunya adalah peran negara dengan segenap aparaturnya. Ditambah jejaring swasta yang mampu mendorong lahirnya maestro," ujarnya.

Suwarno pun kembali menegaskan bahwa penciptaan maestro di era sekarang merupakan tanggung jawab bersama.

"Terlalu lama kita menunggu maestro lahir secara organik seolah-olah lahir sendirian. Tidak. Seluruh pihak harus melahirkan maestro," pungkasnya.

Dengan pendekatan kolaboratif dan dukungan berkelanjutan, diharapkan Indonesia mampu melahirkan maestro seni ukir kelas dunia yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki kedalaman nilai dan menjadi cermin peradaban bangsa. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya