Cegah Risiko di Puncak Haji, Tim Kesehatan Aktif Sambangi Jemaah

Akmal Fauzi, Laporan dari Mekah, Arab Saudi
27/4/2026 21:00
Cegah Risiko di Puncak Haji, Tim Kesehatan Aktif Sambangi Jemaah
Petugas membantu melayani jemaah haji Indonesia di Madinah.(Dok MCH/Akmal Fauzi)

TIM kesehatan PPIH sektor Madinah rutin menyambangi kamar jemaah haji Indonesia. Mereka adalah Tim Kesehatan Sektor yang bertugas memastikan kondisi fisik jemaah tetap prima sebelum memasuki puncak haji 2026.

Salah satu kegiatan ini dilakukan oleh Tim Kesehatan Sektor 2 Madinah yang dipimpin dr. Fitri Indah Yanti, spesialis penyakit dalam. Bersama dua dokter, dua perawat, dan seorang petugas promosi kesehatan, tim ini melakukan visitasi harian ke hotel-hotel tempat jemaah menginap. Pemerintah sendiri menyiagakan tim kesehatan di setiap sektor, dari total lima sektor yang ada di Madinah.

“Jadi tiap harinya salah satu kegiatan kita adalah visitasi ke jemaah-jemaah,” jelas Fitri saat berkunjung ke salah satu hotel jemaah haji Indonesia di Madinah, Senin (27/4).

Dalam setiap kunjungan, tim tidak hanya memeriksa kondisi fisik terkini, tetapi juga memantau penyakit bawaan agar tetap terkendali. Stabilitas kesehatan menjadi kunci penting, mengingat rangkaian ibadah masih panjang, terutama saat memasuki fase krusial Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Edukasi juga menjadi bagian utama dari tugas mereka. Jemaah terus diingatkan agar tidak memaksakan diri, meski memiliki semangat ibadah yang tinggi, seperti mengejar salat Arbain di Masjid Nabawi.

“Jadi tidak mumpung, istilahnya dalam bahasa Jawa 'mumpung' dia di Nabawi dia biasanya melakukan Arbain, tidak melakukan aktivitas yang berlebihan. Dia menjaga kondisi dan aktivitasnya supaya penyakit-penyakit yang dipunyai dari Tanah Air tidak terjadi kekambuhan,” tegas Fitri.

Meski imbauan terus diberikan, tim kesehatan di lapangan masih menemukan jemaah yang kelelahan akibat aktivitas berlebih. Selama bertugas di Madinah, tercatat sejumlah jemaah harus dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) hingga rumah sakit Arab Saudi, dengan kasus terbanyak berupa gangguan jantung dan komplikasi hipertensi.

Hingga saat ini, sebanyak 25 jemaah telah dirujuk ke KKHI dan 30 jemaah lainnya menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.

“Jadi awalnya dia memang punya darah tinggi atau hipertensi ya. Selama di sini ternyata kita evaluasi, datang dan melakukan aktivitas mungkin agak berlebihan, akhirnya agak kambuh. Terjadi kekambuhan untuk darah tingginya dan jantungnya. Jadi agak sesak jemaahnya, akhirnya harus kita rujuk ke KKHI dan Rumah Sakit Arab Saudi,” jelasnya. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya