Tingkatkan Kompetensi, Tim Equity Community Development UNJ Gelar Workshop Bagi Guru Sejarah

Syarief Oebaidillah
25/4/2026 20:09
Tingkatkan Kompetensi, Tim Equity Community Development UNJ Gelar Workshop Bagi Guru Sejarah
Ilustrasi(Dok Istimewa)

Sebagai upaya mewujudkan kompetensi profesional guru dalam penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, Tim Community Development Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang merupakan dosen Program Studi Pendidikan Sejarah UNJ menggelar workshop bagi para guru di Jakarta. Khususnya guru mata pelajaran sejarah yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Jakarta, yang dilaksanakan Jumat, 24 April di SMAN 68 Jakarta.

Workshop Penguatan Materi Sejarah Indonesia ini merupakan bagian dari program EQUITY UNJ, yang didukung pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Indonesia sebagai upaya kerja sama internasional dalam pendidikan dan pemberdayaan masyarakat Indonesia. Melalui keterangannya hari ini, Ketua Tim Community Development yang juga Wakil Dekan 1 Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) UNJ, Dr. Kurniawati, pada sambutannya mengutarakan kegiatan Community Development merupakan bentuk kerjasama dengan MGMP Jakarta yang diketuai Zia Ul Haq, M.Pd.

Kurniawati menjelaskan penguatan kompetensi profesional guru-guru sejarah menjadi langkah penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia khususnya pendidikan sejarah. “Kajian tentang Migrasi Austronesia dipilih untuk memperkuat wawasan guru sejarah tentang kajian sejarah awal Indonesia yang pada gilirannya akan memperkuat persatuan nasional,” ungkap Kurniawati.

Dikatakannya, selain meningkatkan pemahaman para guru sejarah tentang kajian sejarah, kegiatan workshop ini memberikan sumbangan pengetahuan dalam memahami keberagaman budaya di Indonesia sehingga diharapkan turut mengatasi masalah-masalah sosial terkait masalah etnis yang sering terjadi. Pada kesempatan sama, Kepala Sekolah SMAN 68 Jakarta, Tjahyani, menilai pentingnya workshop yang digelar Tim Equity UNJ yang dapat meningkatkan kompetensi serta pengetahuan guru-guru sejarah agar pembelajaran tidak bersifat monoton akibat hanya mengandalkan buku teks.

Kegiatan dilanjutkan dengan workshop “Penguatan Materi Sejarah Indonesia Awal bagi Guru Sejarah MGMP Jakarta melalui Kajian Migrasi Austronesia dalam Pembentukan Masyarakat Multikultural Indonesia” dengan narasumber workshop, Dr. Teddy Y.H. Sim yang dimoderatori Nur Fajar Absor, M.Pd-dosen Prodi Pendidikan Sejarah FISH UNJ. Dr. Teddy Y.H Sim saat ini merupakan peneliti sejarah Asia Tenggara dari National Chung Cheng University, Taiwan, yang memiliki pengalaman sebagai guru sejarah di Singapura, tutor di University of Wollongong Australia, dosen di Nanyang Technological University hingga peneliti di National Chung Cheng University. Doktor lulusan Wollongong University Australia ini memiliki minat dan publikasi yang luas di bidang pendidikan dan sejarah khususnya sejarah Asia masa modern awal dan modern.

Dalam sesi bertajuk Perubahan dan Tantangan, Dr. Teddy Y.H. Sim mempresentasikan “The Role of Multiculturalism and Island/Regional History in Increasingly Changing World”. Paparan tersebut terdiri dari dua sub topik, yaitu pertama “Peran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) atau Sejarah dan multikulturalisme dalam dunia yang terus mengalami perubahan”, serta sub topik kedua, “Hubungan Antara Sejarah Taiwan dan Pulau-Pulau Lain di Asia-Pasifik”.

Pada sub topik pertama, Teddy Y.H. Sim menekankan perubahan yang terjadi di dunia saat ini mulai dari perubahan iklim, perubahan geo-politik hingga resiko kesenjangan dalam tata kelola pemerintah. Perubahan dan tantangan yang dihadapi dunia tersebut menurut Teddy Y.H Sim justru menjadikan peran Ilmu Pengetahuan Sosial atau Sejarah menjadi lebih penting sehingga guru-guru IPS atau Sejarah perlu bersiap mendapat peran yang semakin penting tersebut.

Pada sub topik kedua, Teddy Y.H Sim menjelaskan migrasi Austronesia bukan merupakan migrasi linear tunggal tetapi bersifat multiarah dan berlapis yang pada akhirnya membentuk jaringan maritim dan interaksi regional. Para peserta workshop yang berjumlah 30 orang guru-guru sejarah dari berbagai SMA di Jakarta nampak sangat antusias mendengar paparan materi dari narasumber, sehingga menciptakan diskusi yang cukup interaktif.

Pada sesi tanya-jawab memantik diskusi menarik mengenai perbandingan antara Peradaban Mesir dan Austronesia serta pertanyaan mengenai kesempatan studi di Taiwan. Sesi tanya-jawab dilanjutkan dengan sesi pengisian kuesioner yang menggali pemahaman dan persepsi guru terkait dengan topik workshop. Di akhir acara, para peserta membahas kuesioner mengenai pengalaman mereka seputar pengajaran sejarah Indonesia awal dan multikulturalisme.

Pada penutupan workshop, Ketua Tim Kurniawati berharap dengan kegiatan ini, para guru sejarah memiliki tambahan wawasan dan kompetensi khususnya pada kajian migrasi Austronesia yang dapat diimplementasikan saat mengajar di sekolah. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya