Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMANFAATAN teknologi visualisasi tiga dimensi (3D) kini menjadi kebutuhan mendesak dalam upaya pelestarian dan pemeliharaan objek cagar budaya di Indonesia. Teknik ini dinilai mampu memberikan hasil pencitraan yang presisi dan akurat untuk menghadapi tantangan degradasi material akibat faktor iklim.
Peneliti bidang survei dan pemetaan digital dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Deni Suwardhi, menjelaskan bahwa bangunan bersejarah yang berbahan kayu maupun batu bata sangat rentan terhadap kerusakan, terutama di wilayah tropis.
"Perubahan iklim dan lingkungan mempercepat kerusakan material, sehingga dokumentasi ini sangat diperlukan," ujar Deni dalam diskusi revitalisasi keraton di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Jumat (24/4).
Menurut Deni, teknologi 3D telah terbukti efektif di luar negeri sebagai basis data dokumentasi yang sangat presisi. Jika terjadi kerusakan pada bangunan cagar budaya, proses rekonstruksi dapat dilakukan dengan cepat dan akurat karena memiliki data struktur yang identik dengan bentuk aslinya.
Beberapa metode pemodelan 3D atau mapping object yang dapat diterapkan antara lain teknologi pemindai laser (Laser Scanner), building Information Modeling (BIM), dan fotogrametri ponsel.
Deni menekankan bahwa tantangan utama saat ini adalah pendekatan untuk mengintegrasikan berbagai jenis data tersebut ke dalam satu sistem yang komprehensif. Teknologi dokumentasi 3D tidak hanya krusial untuk analisis keruangan dalam pemeliharaan keraton Nusantara, tetapi juga memiliki nilai tambah lainnya.
"Teknologi itu juga bisa digunakan untuk berbagai keperluan lain, termasuk untuk mempromosikan keraton di Nusantara secara digital," pungkasnya.
Dengan adopsi teknologi digital yang tepat, warisan budaya Indonesia diharapkan dapat terjaga keasliannya sekaligus lebih mudah diakses oleh generasi mendatang melalui platform digital yang interaktif. (Ant/H-3)
Akademisi UGM Ahmad Athoillah menekankan revitalisasi cagar budaya seperti keraton harus mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved