ISI Surakarta Gelar 24 Jam Menari, Hadirkan Kurator Tari Jerman

Widjajadi
24/4/2026 16:18
ISI Surakarta Gelar 24 Jam Menari, Hadirkan Kurator Tari Jerman
Ilustrasi(MI/WIDJAJADI)

INSTITUT Seni Indonesia  (ISI) Surakarta menghadirkan kurator seni dari Jerman, Prof. Matthew Isaac Cohen. Ph.D untuk mempersiapkan sajian tarian istimewa menyambut momentum 20 tahun perayaan Hari Tari Dunia 24 Jam, pada 29 April nanti.

"Tahun ini ( 2026 ) sangat kami tunggu. Karena bertepatan 20 tahun keberlangsungan event tari yang menjadi ikon perayaan berskala nasional hingga internasional," kata Ketua Pelaksana Menari 24 Jam  ISI Surakarta, Eko Supendi dalam jumpa pers di kampus setempat

Keberadaan kurator seni Prof Cohen, diharapkan akan mendorong sajian tari Hari Tari Dunia 24 Jam Menari ISI Surakarta, menjadi lebih terjaga kualitas, hingga marwah seni tari semakin  lebih sarat makna. 

"Momentum 24 jam menari ini menjadi ruang berekspresi seni bagi para penari, koreografer, pegiat seni, dan masyarakat. Pasti akan memunculkan gagasan, adu pengalaman dan ragam kemungkinan dalam jagat seni," imbuh dia.

Guru Besar Ilmu Estetika Tari di  Fakultas Seni Pertunjukkan ISI Surakarta, Prof. Dr. Maryono menimpali, bahwa kegiata 
24 Jam Menari ISI Surakarta, bukan sekadar perayaan, namun juga momentum refleksi akademis tentang peran tari, sebagai fenomena antropologis dan sosiologis yang melampaui batas-batas geografis.

Tahun ini, 24 Jam Menari ISI Surakarta bertema "Tanpa Batas: Menembus Medan Budaya". Tajuk itu akan lebih menyemangati dan menjadikan keberagaman ekspresi tari  melampaui sekat geografis, tradisi, dan identitas. 

Nantinya rangkaian kegiatan seni itu meliputi opening, festival pertunjukan selama 24 jam, pertunjukan dari keraton dan juga  dance department summit meeting oleh 12 Perguruan Tinggi di Indonesia dan luar negeri, sembilan penari khusus menari nonstop 24 jam, bazar industri kreatif, closing. 

Ada juga orasi budaya oleh Prof. Sardono W Kusumo, yang akan disambung dengan pertunjukkan tari 100 kelompok seni dari 24 kota di Indonesia dan luar negeri. "Pasti menjadi panggung seni tari yang sangat dinamis," sambung Eko Supendi.

Para pegiat seni yang terlibat dalam tarian 24 Jam Menari ISI Surakarta datang dari  Wonogiri, Banyumas, Papua, Jakarta, Solo, Bandung, Surabaya, Madura, hingga Amerika. Dipastikan, setiap  penampilan menjadi representasi kekayaan budaya nusantara dan perkembangannya di tengah arus global.

Perlu diketahui juga, bahwa Mensro 24 Jam tahun ini menjadi bagian dari MTN IkonInspirasi, salah satu inisiatif dari Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Prof Maryono menegaskan, dua dekade perjalanan "24 Jam Menari" ISI Surakarta memberikan gambaran, bahwa seni tari memiliki daya hidup yang kuat sebagai media komunikasi lintas budaya. 

"Dengan semangat tanpa batas, acara ini terus menegaskan perannya sebagai ruang pertemuan global yang merayakan perbedaan dalam harmoni gerak," pungkas dia. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya