Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Indonesia menghadapi risiko tinggi Kejadian Luar Biasa (KLB) setelah data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkapkan lebih dari 2 juta anak belum menerima imunisasi dasar hingga April 2026. Penting membangun jaringan komunikasi untuk mengedukasi masyarakat.
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mendesak penguatan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan media untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap pentingnya vaksinasi dasar sekaligus memperkuat fondasi kesehatan generasi penerus bangsa.
“Vaksinasi dasar merupakan fondasi bagi tumbuh kembang setiap anak yang merupakan penentu arah masa depan bangsa. Sehingga upaya peningkatan kepercayaan publik terhadap pemberian vaksinasi dasar harus konsisten dilakukan,” kata Lestari dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/4).
Data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menunjukkan hingga April 2026 terdapat lebih dari 2 juta anak di Indonesia yang belum mendapatkan imunisasi dasar atau disebut zero dose.
Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB), di mana satu kasus dapat memicu penyebaran luas, terutama di komunitas dengan tingkat imunisasi rendah.
Lestari mengakui maraknya misinformasi terkait keamanan dan kehalalan vaksin menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat ragu terhadap program imunisasi pemerintah.
Menurutnya, pembangunan jaringan komunikasi hingga ke tingkat akar rumput sangat penting agar masyarakat memahami manfaat vaksinasi dasar bagi tumbuh kembang anak.
Selain meningkatkan pemahaman, Lestari juga menekankan pentingnya memperluas cakupan layanan imunisasi. Hal ini bertujuan agar masyarakat yang sudah memiliki kesadaran tidak mengalami kendala dalam mengakses vaksinasi.
Ia berharap dengan kolaborasi lintas sektor yang kuat, cakupan imunisasi di Indonesia dapat terus meningkat dan membentuk kekebalan kelompok yang solid.
Upaya tersebut dinilai penting untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang sehat dan memiliki daya saing di masa depan.
Menurut Lestari, pengesahan UU PPRT ini merupakan momentum penegasan bahwa negara kini hadir bagi kelompok marginal yang selama puluhan tahun hidup tanpa jaminan.
Menurut Lestarie, naskah kuno adalah bukti tradisi intelektual bangsa. Jika tidak diarusutamakan sebagai bahan belajar, maka upaya pelestarian kehilangan makna.
Program Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI (Kemendikdasmen RI) pada 10 Maret 2026.
Keterbatasan akses dan ketersediaan vaksin di sejumlah daerah juga masih menjadi tantangan.
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mendorong DPR segera mengesahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved