Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI lingkungan dan cuaca di Tanah Suci yang sangat berbeda dengan di tanah air menjadikan ketahanan tubuh sebagai faktor penting agar seluruh rukun haji dapat dijalankan dengan baik dan sempurna. Terlebih lagi, aktivitas ibadah haji yang padat dengan durasi pelaksanaan yang panjang membawa tantangan tersendiri bagi para jemaah haji.
"Ibadah haji tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan spiritual, tetapi juga rangkaian ibadah yang menuntut kesiapan fisik setiap jemaah," terang Pakar Hukum Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Maesyaroh, M.A., Rabu (22/4).
Ia mengatakan, karakter ibadah haji sangat berbeda dibandingkan dengan ibadah lainnya, termasuk umrah yang relatif lebih singkat dan sederhana.
“Dalam haji, jemaah harus mengikuti rangkaian ibadah yang panjang dan berlapis, yang masing-masing memiliki tantangan tersendiri, baik dari segi waktu, tenaga, maupun kondisi di lapangan yang tidak selalu ideal,” ungkapnya dalam siaran pers dari Humas UMY.
Ia menambahkan, puncak pelaksanaan haji, yakni wukuf di Arafah, menjadi salah satu fase yang paling menguras energi. Jemaah harus bertahan dalam waktu yang cukup lama di tengah jutaan orang yang berkumpul di satu lokasi, dengan kondisi cuaca panas serta ruang gerak yang terbatas.
“Di Arafah, jemaah berada di satu lokasi dari pagi hingga menjelang magrib dalam kondisi cuaca yang panas. Setelah itu, mereka masih harus melanjutkan perjalanan ke Muzdalifah dan kemudian ke Mina. Rangkaian ini berlangsung terus-menerus dan membutuhkan stamina yang kuat,” jelasnya.
Setelah fase wukuf, jemaah masih dihadapkan pada rangkaian ibadah lain seperti mabit di Muzdalifah dan Mina, serta prosesi lempar jumrah yang dilakukan selama beberapa hari. Aktivitas tersebut tidak hanya menuntut kekuatan fisik, tetapi juga kesiapan mental karena dilakukan di tengah kepadatan jemaah dengan mobilitas tinggi.
“Lempar jumrah dilakukan lebih dari satu kali, biasanya dengan berjalan kaki di tengah kerumunan. Ini bukan hanya soal tenaga, tetapi juga kesiapan menghadapi situasi yang padat dan dinamis. Tanpa persiapan yang baik, jemaah bisa mengalami kelelahan berlebihan,” tambah Maesyaroh.
Ia menegaskan bahwa sebagian besar rukun haji harus dilaksanakan secara langsung oleh jemaah dan tidak dapat diwakilkan, sehingga kondisi fisik menjadi aspek yang tidak bisa diabaikan. Ketika seseorang tidak mampu menjalankan salah satu rangkaian ibadah karena keterbatasan fisik, hal tersebut dapat memengaruhi kesempurnaan ibadahnya.
Menurutnya, kesiapan fisik merupakan bagian integral dari kesiapan ibadah secara keseluruhan. Oleh karena itu, persiapan perlu dilakukan sejak jauh hari melalui latihan fisik, menjaga pola hidup sehat, serta mengikuti bimbingan manasik secara serius.
“Persiapan tidak bisa instan. Jemaah perlu membiasakan diri dengan aktivitas fisik, menjaga kesehatan, dan memahami alur ibadah melalui manasik. Dengan begitu, mereka tidak hanya siap secara mental dan spiritual, tetapi juga secara fisik untuk menjalankan ibadah haji dengan baik,” tutup dia. (H-2)
Bupati menyampaikan momentum keberangkatan ini merupakan penantian panjang yang akhirnya terwujud bagi para jamaah.
PPIH Arab Saudi menyiagakan 52 unit bus khusus untuk mendukung mobilitas jemaah haji disabilitas asal Indonesia.
Petugas juga terus mematangkan berbagai skema pelayanan. Fokus utama petugas saat ini adalah melakukan pemetaan data, khususnya bagi jemaah lanjut usia (lansia).
Pemberangkatan jemaah calon haji dari Maluku Utara.
SUASANA haru menyelimuti pelepasan 336 Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Agam tahun 1447 Hijriah.
ROMBONGAN jemaah haji Kloter 05 Embarkasi Padang asal Kabupaten Padang Pariaman tiba di Asrama Haji, Selasa (28/4) pagi.
Otoritas Saudi memiliki skema rencana untuk langsung memberangkatkan jemaah ini dari Arafah menuju hotel-hotel tempat mereka tinggal di Mekkah setelah Magrib dengan melintasi di Muzdalifah.
PUNCAK Ibadah Haji 1446 H/2025 M, telah tiba pada Kamis (5/6) hari ini.
LEBIH dari 200.000 jemaah haji Indonesia menjalani wukuf di Arafah, Kamis (5/6). Sebagai puncak ibadah haji,
Bersama jemaah calon haji lainnya, Ivan Gunawan melaksanakan wukuf di Arafah, hari ini.
CUACA di Arab Saudi diprediksi akan terjadi saat wukuf di Arafah dalam puncak ibadah haji tahun ini. Suhu di Arafah diperkirakan akan mencapai kisaran 50 derajat Celsius.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved