Temukan Fosil Dinosaurus dalam Keadaan Hancur, Mahasiswa Virginia Tech Justru Bongkar Sejarah Dinosaurus

Asha Bening Rembulan
22/4/2026 11:53
Temukan Fosil Dinosaurus dalam Keadaan Hancur, Mahasiswa Virginia Tech Justru Bongkar Sejarah Dinosaurus
Simba Srivastava memegang fosil dinosaurus yang dianggap rusak.(Spencer Coppage untuk Virginia Tech News)

SEORANG mahasiswa Virginia Tech berhasil mengungkap fosil dinosaurus purba. Fosil yang ditemukan memiliki kondisi hancur, terlipat, dan berubah bentuk sehingga sulit dipercaya sebagai tengkorak dinosaurus. 

Namun, Simba Srivastava, mahasiswa geosains Virginia Tech, dan Sterling Nesbitt, seorang  profesor di Virginia Tech, berhasil mengonstruksi kembali fosil tersebut dan mengungkapkan fosil tersebut berasal dari dinosaurus karnivora yang tiga kali lebih tua dari T rex.

Rekonstruksi Tengkorak yang Remuk

Tengkorak yang hancur dari dinosaurus misterius ini pertama kali ditemukan pada 1982 di New Mexico. Tiga puluh tahun kemudian, Nesbitt kembali menemukannya dan memindahkannya ke Virginia Tech untuk penelitian lebih lanjut.

Fosil tersebut memiliki moncong yang terdorong ke belakang di atas tengkorak, rahang terlipat di atas pipi kiri, dan tempurung otak menempel di langit-langit mulut. 

Dengan bantuan teknologi pemindaian CT, Srivastava dan Nesbitt menyusun rekonstruksi digital serta cetak 3D dari tengkorak tersebut. Hasilnya menunjukkan spesimen itu berasal dari dinosaurus karnivora dengan rongga otak yang lebar dan tulang pipi yang besar.

Spesies dinosaurus ini kemudian dinamai Ptychotherates bucculentus berdasarkan ciri-ciri unik dan pengawetannya yang tidak biasa. Pemilihan nama ini diambil dari bahasa Latin yang berarti pemburu berlipat dengan pipi penuh.

Keturunan Terakhir dari Herrerasaurus

Srivastava dan Nesbitt menyimpulkan P. bucculentus merupakan spesies terakhir yang bertahan hidup dari Herrerasaurus, sebuah famili dinosaurus karnivora dari Trias Akhir. Pada periode ini, dinosaurus karnivora sebagian besar berukuran kecil atau sedang yang kalah bersaing dengan predator yang lebih besar.

Srivastava juga menjelaskan masih banyak yang perlu dipelajari dalam tengkorak ini, mulai dari anatomi tulang pipi hingga bentuk dan ukuran otak. Namun, untuk saat ini, tengkorak yang terlipat ini menjadi salah satu jejak terakhir dari garis keturunan Herrerasaurus.

Bawa Petunjuk Evolusi Dinosaurus

Penemuan Srivastava dan Nesbitt menjadi salah satu penelitian yang menjadi petunjuk bagi kehidupan dinosaurus. Hal ini disebabkan pada periode Trias, dinosaurus bukanlah predator puncak. Dinosaurus justru saling memperebutkan sumber daya dengan nenek moyang buaya dan mamalia.

Semuanya berubah total ketika kepunahan massal terjadi dan melenyapkan sebagian besar pesaing dinosaurus tersebut. Kepunahan tersebut menandai berakhirnya periode Trias dan menjadikan dinosaurus predator puncak pada periode Jura.

Faktanya, fosil yang dianggap rusak ini merupakan satu-satunya spesimen sejenis yang pernah ditemukan hingga saat ini. Dengan kata lain, tengkorak tersebut menjadi kunci bahwa dinosaurus terus berevolusi. (Virginia Tech News/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya