Mengenal Ptychotherates bucculentus, Dinosaurus Karnivora 3 Kali Lebih Tua dari T-Rex

 Gana Buana
17/4/2026 20:34
Mengenal Ptychotherates bucculentus, Dinosaurus Karnivora 3 Kali Lebih Tua dari T-Rex
Penggambaran artistik dari Ptychotherates bucculentus.(Dok. Virginia Tech)

TIM peneliti dari Virginia Tech berhasil mengidentifikasi spesies dinosaurus baru bernama Ptychotherates bucculentus. Temuan ini mengejutkan dunia paleontologi karena predator karnivora ini diketahui berusia tiga kali lebih tua dibandingkan Tyrannosaurus rex (T-Rex).

Penelitian yang dipimpin oleh mahasiswa geosains senior Simba Srivastava dan Profesor Sterling Nesbitt ini bermula dari fosil yang ditemukan di New Mexico pada 1982.

Kondisi fosil tersebut awalnya dianggap tidak istimewa karena hancur, terlipat, dan mengalami deformasi parah sehingga sulit dikenali sebagai tengkorak dinosaurus.

Rekonstruksi Digital Tengkorak yang Remuk

Melalui teknologi pemindaian Computed Tomography (CT Scan) dan pencetakan 3D, tim berhasil merekonstruksi bentuk asli tengkorak tersebut secara digital. Hasilnya mengungkap anatomi unik: dinosaurus ini memiliki rongga otak yang lebar dan tulang pipi yang besar.

Nama Ptychotherates bucculentus diambil dari bahasa Latin yang berarti "pemburu berlipat dengan pipi penuh", merujuk pada kondisi fosil yang terlipat saat ditemukan serta ciri anatomi pipinya yang menonjol.

"Masih banyak yang perlu dipelajari dalam tengkorak ini, mulai dari anatomi tulang pipinya hingga bentuk dan ukuran otaknya. Namun, untuk saat ini, tengkorak yang terlipat akan tetap menjadi salah satu jejak terakhir dari garis keturunan Herrerasauria," ujar Simba Srivastava.

Penyintas Terakhir Garis Keturunan Herrerasauria

Analisis tim menyimpulkan bahwa P. bucculentus adalah anggota terakhir dari famili Herrerasauria, kelompok dinosaurus karnivora awal yang hidup pada periode Trias Akhir. Pada masa itu, dinosaurus belum menjadi penguasa bumi dan harus bersaing ketat dengan nenek moyang buaya serta mamalia purba.

Spesies ini diperkirakan hidup hingga awal kepunahan massal periode Trias. Penemuan ini menjadi krusial karena fosil dari periode Trias sangat langka dibandingkan periode Jura. Spesimen "gepeng" ini menjadi satu-satunya bukti fisik yang menunjukkan bagaimana dinosaurus terus berevolusi sebelum akhirnya menjadi predator puncak di periode Jura.

Penelitian ini telah dipublikasikan dengan dukungan data dari Virginia Tech dan Discover Magazine, memberikan perspektif baru mengenai peta evolusi dinosaurus di muka bumi. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya