Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGAPA dua individu dengan genetik dan lingkungan yang hampir identik bisa menua dengan kecepatan yang berbeda? Sebuah studi terbaru dari Stanford University memberikan jawaban mengejutkan, tanda-tanda umur panjang ternyata sudah bisa dideteksi jauh sebelum masa tua tiba, yakni melalui pola perilaku di usia paruh baya.
Penelitian yang dipimpin oleh Claire Bedbrook dan Ravi Nath ini menggunakan ikan African turquoise killifish sebagai model. Ikan ini dipilih karena memiliki siklus hidup singkat (4-8 bulan) namun memiliki kesamaan biologis dengan vertebrata lain, termasuk manusia.
Tim peneliti memantau 81 ekor ikan secara terus-menerus selama 24 jam penuh sepanjang hidup mereka menggunakan kamera otomatis. Hasilnya, para ilmuwan menemukan bahwa perbedaan antara ikan yang berumur panjang dan pendek mulai terlihat sangat awal, yakni pada usia 70 hingga 100 hari (setara dengan usia paruh baya bagi ikan tersebut).
Dua indikator utama yang menjadi sinyal kuat adalah pola tidur dan intensitas pergerakan:
"Perubahan perilaku di awal kehidupan memberi tahu kita tentang kesehatan dan rentang hidup di masa depan," catat Bedbrook.
Temuan menarik lainnya adalah penuaan ternyata tidak terjadi secara perlahan dan bertahap. Sebaliknya, ikan mengalami fase transisi cepat yang disebut para peneliti mirip dengan permainan menara Jenga.
"Kami memperkirakan penuaan menjadi proses yang lambat dan bertahap. Sebaliknya, hewan tetap stabil untuk waktu yang lama dan kemudian bertransisi dengan sangat cepat ke tahap baru," ujar Bedbrook.
Pola ini menunjukkan bahwa tubuh mempertahankan stabilitas hingga mencapai titik kritis tertentu sebelum akhirnya bergeser ke tahap penuaan berikutnya secara mendadak.
Selain perilaku, peneliti menemukan perbedaan aktivitas gen di organ hati. Ikan dengan jalur penuaan pendek menunjukkan aktivitas gen yang lebih tinggi terkait produksi protein dan pemeliharaan sel. Hal ini memberikan petunjuk molekuler bahwa biologi internal bergeser selaras dengan perubahan perilaku.
Meskipun ini adalah studi pada ikan, para peneliti melihat adanya kaitan erat dengan teknologi wearable pada manusia saat ini. Pelacakan pola tidur dan aktivitas harian melalui perangkat pintar berpotensi menjadi alat pencegahan penyakit di masa depan.
"Perilaku terbukti menjadi pembacaan penuaan yang sangat sensitif. Anda dapat melihat dua hewan dengan usia kronologis yang sama dan melihat dari perilaku mereka saja bahwa mereka menua dengan cara yang sangat berbeda," pungkas Ravi Nath.
Penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal Science dan membuka jalan baru bagi studi intervensi kesehatan untuk memperlambat laju penuaan sejak usia dini melalui pemantauan pola hidup. (Earth/Z-2)
Penelitian terbaru terhadap 100.000 orang membuktikan bahwa variasi jenis olahraga lebih efektif memperpanjang usia dibandingkan sekadar menambah durasi latihan.
Riset terbaru menunjukkan tambahan 5 menit tidur dan 2 menit olahraga harian dapat memperpanjang usia.
Peneliti Stanford kembangkan SleepFM, AI yang mampu memprediksi 130 jenis penyakit, hanya melalui data tidur satu malam.
Peneliti temukan orang yang aktif di malam hari (night owls) memiliki risiko stroke dan serangan jantung lebih tinggi, terutama pada perempuan. Simak penjelasannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved